Meski majunya ke kursi caleg disebut-sebut lantaran ada unsur nepotisme, namun Natashya tidak mempersoalkannya. Sebab, pencalegan keluarga tokoh partai merupakan kewajaran. Apalagi, banyak keluarga pendiri atau pengurus partai yang juga banting tulang membangun partai.
Lalu apa alasan Natashya maju sebagai caleg? Apakah mahasiswi semester VII Fakultas Hukum Universitas Trisakti ini sudah cukup bekal untuk terjun di politik praktis? Berikut petikan wawancara Deden Gunawan dari detikcom dengan Natashya Alexandra Litaay:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana persiapan menuju caleg?
Saat ini saya sudah melakukan sosialisasi kepada para kader dan masyarakat di daerah pemilihan saya, Jakarta Selatan.
Apa motivasi anda untuk maju sebagai caleg?
Motivasi utama saya ingin belajar di dunia politik praktis dengan menjadi anggota legislatif. Selain itu, sebagai orang muda dan perempuan, saya ingin memajukan perempuan dan kaum muda. Apalagi politisi yang tua-tua sudah saatnya diregenerasi.
Kenapa tidak jadi caleg DPR saja?
Belum saatnya. Sebab saya terus terang masih belajar. Jadi belum saatnya untuk terjun ke DPR. Lagi pula kalau maju jadi caleg DPR, kan Papa (Alex Litaay) maju juga sebagai caleg DPR. Nggak enak lah.
Sejak kapan aktif berpolitik?
Kalau di partai saya sudah aktif sejak kecil. Waktu papa masih di PDI dan masa konsolidasi partai hingga sekarang ketika partai berubah menjadi PDIP, saya sudah sering diajak papa. Saya saat ini di PDIP menjadi Wakil Sekjen I Taruna Merah Putih.
Apa tanggapan anda seputar keluhan sejumlah kader PDIP yang mengatakan
caleg-caleg PDIP penuh nepotisme?
Menurut saya sah-sah saja nepotisme. Misalnya anak-anak pendiri partai untuk maju sebagai caleg. Sebab dari kecil rata-rata anak pendiri partai juga ikut membangun partai. Saya kira, daripada partai dibangun oleh kader-kader yang suka pindah-pindah partai, lebih baik dibangun oleh keluarga pendiri partai. Jadi ke depan anak-anak pendiri partai bisa melanjutkan estafet kepengurusan partai ke depan.
Selain itu keluarga partai sangat tahu bagaimana jatuh bangunnya orang tua saat membangun partai. Sehingga mereka punya spirit untuk melanjutkan cita-cita orang tua mereka.
Apakah jika terpilih menjadi anggota DPRD tidak mengganggu kuliah?
Tidak. Karena tahun depan sudah selesai. Saat ini saya sedang mengejar supaya kuliah cepat selesai.
Untuk menghadapi Pemilu mendatang langkah-langkah apa yang sudah dilakukan?
Saat ini saya sudah membentuk tim sukses. Kebanyakan dari teman sekolah dan teman kuliah. Tapi tim sukses saya dibimbing dan dibina oleh kader PDIP yang sudah senior.
Apakah sudah siap seandainya nanti jadi caleg?
Tentu saya siap. Karena saya banyak belajar dari Papa. Beliau banyak mengajarkan tentang bagaimana cara berpolitik yang sehat dan bagaimana menghadapi lawan-lawan politik. Selain itu Papa juga mengingatkan kalau terjun ke dunia politik praktis harus siap meluangkan waktu 24 jam dalam sehari. (ddg/iy)











































