Bagaimana respons Kalla? Berikut wawancara media dengan Wakil Presiden ini usai salat Dzuhur di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (29/9/2008).
Bagaimana selama bersama SBY?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan masih bersedia (berduet)?
Semua amanah saya siap saja.
Golkar masih inginkan Bapak jadi Presiden?
Golkar belum putuskan apa-apa sampai pemilu nanti. Bagi saya, apapun kedudukannya yang penting bisa mempunyai kesempatan untuk membangun bangsa.
Dengan dihapuskan konvensi Golkar, bisa memuluskan langkah untuk mendampingi SBY?
Konvensi itu pilihan cara, itu tidak terlalu efektif untuk kemajuan partai dan nanti pada waktunya partai yang putuskan.
Duet (dengan SBY) bisa terjadi lagi?
Pasti bisa, saya siap apa saja untuk bangsa ini selama Tuhan beri kesempatan dan umur panjang.
Pengurus Golkar bilang, buat apa calonkan Presiden kalau kita kalah dari SBY. Bagaimana ini?
Golkar putuskan nanti, sama dengan presiden, juga semua partai, memutuskan setelah pemilu nanti. Kan kita punya syarat. Syarat-syarat itu hanya bisa dipenuhi setelah legislatif.
Secara informal bersedia untuk koalisi dengan SBY?
Sekarang kan sudah bersama-sama beliau, jadi saya sama beliau cocok saja.
Bapak cocok dengan SBY?
Kalau tidak cocok bagaimana bangsa ini mau maju. Kalau tidak cocok buyar bangsa ini.
Syarat presiden itu apa?
Ada undang-undangnya. Macam-macam siapa tahu saya tidak penuhi syarat apakah itu tentang pendidikan atau apa saja, semua sudah diatur dalam UU.
Koalisi yang tentukan pada akhirnya partai, sama dengan SBY. Soal koalisi yang tentukan partai karena eksekutif didahului legislatif bukan sebaliknya
kita penuhi dulu legislatifnya.
Kalau Golkar ingin tetap Anda jadi Presiden?
Saya tidak ingin berandai-andai, Golkar berupaya untuk capai hasil yang maksimal.
(ken/ndr)











































