Bagi kubu AKKBB, insiden tersebut bukan bentrokan, melainkan penyerangan yang sudah direncanakan sebelumnya oleh FPI. Kejadian itu, bagi aktivis AKKBB Guntur Romli merupakan penyerangan, penganiayaan dan penghasutan yang dilakukan oleh FPI terhadap massa AKKBB dan lembaga Banser di bawah pimpinan Gus nuril Arifin.
"Kemarin adalah murni penyerangan yang dilakukan oleh FPI. Tujuannya untuk mencari saya," kata aktivis AKKBB Guntur Romli kepada detikcom, Jumat (26/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa penyebab bentrokan itu terjadi? Apa alasan yang diberikan Guntur terkait dirinya selalu berada saat bentrokan terjadi? Bagaimana penilaian AKKBB terhadap persidangan kasus monas? Berikut petikan wawancara Ronald Tanamas dari detikcom dengan Aktivis AKKBB Guntur Romli:
Bagaimana anda menilai persidangan Habib Rizieq dan Munarman?
Itu persidangan yang penuh intimidasi. Kalau saya sebagai saksi sipil sudah biasa diintimidasi, tapi kemarin dari polisi, ada yang dibentak oleh Rizieq.
Maka dari itu kami dari AKKBB ragu ada keadilan dalam kasus tragedi Monas karena hakim tidak berani menjatuhkan hukuman kepada Rizieq. Alasannya karena pengadilan penuh intimidasi baik dari terdakwa sendiri, penasihat hukum mereka dan pengunjung sidang yang merupakan mayoritas massa dari FPI dan Laskar Pembela Islam.
Kenapa akhirnya ada bentrokan antara AKKBB dan FPI di pengadilan?
Menurut saya, itu bukan bentrokan. Itu adalah penyerangan murni. Karena kami sudah berada di Gedung Pelni yang berjarak 300 meter dari PN Jakarta Pusat. Bukan di dalam area Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Kami sedang menunggu bus untuk pulang. Tiba-tiba kami diserang oleh masa FPI dengan melempar batu kemudian ada juga yang membawa senjata tajam. Selain itu masa FPI juga datang dari Gadjah Mada Plaza dengan membawa bambu dan batu. Menurut kami penyerangan tersebut sudah direncanakan.
Alasannya ?
Pertama, karena kami biasa berkumpul di Gadjah Mada Plaza sebelum dan sesudah pengadilan berlangsung. Kami dari anggota AKKBB biasa berkumpul di sana untuk bisa masuk bersama ke dalam gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Tempat tersebut dipilih karena Gadjah Mada Plaza adalah tempat yang lebih dikenal oleh masyarakat AKKBB. Namun kemarin tempat berkumpul itu kami ubah ke gedung Pelni. Jadi bukan kami yang memancing bentrokan tersebut, melainkan kami yang diserang oleh FPI.
Apa penyebabnya sampai hal itu bisa terjadi?
Karena FPI sudah lama mengincar saya, ketika saya menjadi saksi di hari Senin lalu saya dipukul oleh terdakwa. Setelah itu saya dikejar-kejar oleh mereka dan akhirnya saya dan kawan-kawan dievakuasi dengan mobil oleh polisi untuk dibawa ke Polda Metro Jaya.
Kenapa anda selalu berada di dekat persidangan ?
Karena saya sebagai saksi, saya memiliki kewajiban untuk memberikan kesaksian di pengadilan. Jadi bukan karena saya tidak ada kerjaan karena saya bekerja untuk dua lembaga yaitu Komunitas Utan Kayu dan Jurnal Perempuan.
Anda dilaporkan oleh Habib Rizieq sebagai dalang dari bentrokan, menurut anda?
Habib Rizieq adalah tukang fitnah. Dia bilang saya bawa preman padahal itu adalah Banser. Omongan Rizieq menghina lembaga Banser dan Gus Nuril Arifin. Dan tas yang berisi beberapa buku Gus Dur, buletin Kontras dan 2 HP hilang, yang tidak mereka akui.
Penilaian anda terhadap organisasi FPI sendiri seperti apa?
FPI itu organisasi yang punya sejarah penuh dengan kekerasan. Maka saya minta kepada aparat hukum untuk minta ketegasan dalam menindak massa FPI.
Mengutip seperti kata SBY negara tidak boleh kalah oleh kekerasan. Karena itu kami hari ini melaporkan FPI atas dasar penganiayaan, pengeroyokan penyerangan secara terencana dan hasutan. Yang bertanggung jawab tentunya Habib Rizieq, Ali dan Munarman. (ron/iy)











































