Ferry Yuliantono: Penangkapan Saya Pesanan Presiden

Ferry Yuliantono: Penangkapan Saya Pesanan Presiden

- detikNews
Selasa, 23 Sep 2008 16:46 WIB
Ferry Yuliantono: Penangkapan Saya Pesanan Presiden
Jakarta - Sekretaris Jenderal Komite Bangkit Indonesia Ferry Yuliantono tampak segar dan tersenyum saat ditemui di rutan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta. Ferry yang mengenakan kaos putih dan celana pendek coklat sudah menginap di rutan mabes selama 3 bulan.

Ferry dituduh menjadi dalang kerusuhan menentang kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM pada tanggal 24 Juni 2008. Kerusuhan terjadi di depan istana dan di depan Unika Atmajaya.

Mabes Polri menangkap Ferry ketika sedang melakukan transit di Kuala lumpur seusai menghadiri undangan Serikat Tani Cina di Guangzhou. Ferry adalah mantan aktivis mahasiswa di Bandung dan aktif dalam advokasi membela para petani. Ferry bersama dengan Rizal Ramli menjadi sorotan pemerintah karena keduanya menentang kebijakan menaikkan harga BBM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ferry, penangkapan dirinya bermuatan politis. Karena pemerintah khususnya presiden merasa panik terhadap aksi masyarakat dalam melawan kebijakan kenaikan harga BBM. Pasalnya jika Panitia Khusus Hak Angket BBM ini bisa mengungkap tabir penyelewengan minyak ada kemungkinan presiden atau pemerintah sekarang bisa saja terkait.

"Karena presiden khawatir akan dikait-kaitkan jika Pansus Hak Angket ini mampu membuka penyelewengan tabir minyak dan gas," kata Ferry Yuliantono kepada detikcom di rutan mabes Polri, Selasa (23/9/2008). Ferry mengklaim sebagai pengawal Pansus Hak Angket BBM.

Apa hubungan Kepala BIN Syamsir Siregar dengan Ferry? Benarkah Ferry menjadi double agent terkait kenaikan harga BBM? Berikut hasil wawancara Djoko Tjiptono dan Ronald tanamas dari detikcom dengan Sekretaris Jenderal Komite Bangkit Indonesia Ferry Yuliantono:

Selama di dalam rutan ini apa saja kegiatan yang anda lakukan?

Saya banyak membaca, menulis dan membuat buku. Di sini saya juga bisa berolahraga dan lebih banyak mendekatkan diri kepada tuhan.

Anda dikenakan Pasal apa saja oleh polisi?

Pasalnya yang dikenakan kepada saya adalah pasal berlapis yang terdiri pasal 160 KUHP, 170 KUHP, Pasal 187 KUHP, Pasal 212 KUHP, Pasal 213 KUHP, pasal 56 dan Pasal 214 KUHP. Hukuman yang paling tinggi di antara pasal berlapis ini dan terberat adalah pasal yang berisi tentang penghasutan dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun.

Kenapa Anda dikenakan pasal mengenai Penghasutan?

Penghasutan ini diperkirakan karena ada demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhan pada tanggal 24 juni 2008. Ini saya pahami dari pemberitaan. Setelah tanggal 24 Juni di mana pada saat itu ada Rakor Polkam dan hasilnya Kepala BIN Syamsir Siregar menyampaikan sayalah yang bertanggung jawab atas kerusuhan tersebut. Artinya di sini saya ditangkap pada saat kerusuhan itu. Namun sekarang bukti yang ada tidak satupun yang bisa membuktikan adanya keterkaitan saya pada tanggal 24 Juni itu. Karena pada saat kerusuhan tersebut saya berada di negara China dan saya sudah mengatakan hal ini kepada polisi. Tapi polisi menganggap saya memberikan instruksi kerusuhan tersebut dari China.

Menurut anda, apa alasan polisi bisa mengatakan demikian?

Polisi tidak bisa membuktikannya pada saat kejadian kemudian mereka menarik mundur seluruh kegiatan saya dan mengaitkannya satu sama lain. Akhirnya terdapat kegiatan pada tanggal 20 Mei yang sebenarnya tidak terjadi apa-apa. Kalaupun ada kejadian demonstrasi para pelakunya sudah ditahan. Kemudian sebelum tanggal itu ada pertemuan di wisma GKBI, tapi itukan hanya pertemuan antara aktivis. Jika itu dijadikan sebagai patokan hukum berarti itu mirip pemerintahan Soeharto.

Menurut anda, apa alasan di balik penangkapan anda?

Menurut saya, penangkapan ini sangat bermuatan politis dan ada tekanan dari atas. Karena sampai saat ini tidak ada bukti yang terkait yang bisa membuktikan saya di balik kejadian kerusuhan tanggal 24 Juni kemarin.

Kenapa penangkapan anda bermuatan politis?

Karena presiden khawatir akan dikait-kaitkan jika Pansus Hak Angket BBM ini mampu membuka penyelewengan tabir minyak dan gas. Reaksi yang berlebihan itu diimplementasikan dengan penangkapan saya yang diburu sampai ke China yang berakhir di Kuala lumpur. Hal ini jarang dilakukan oleh pemerintah di dalam memburu seseorang termasuk kepada konglomerat sekalipun.

Bagaimana hubungan keterkaitan anda dengan Kepala BIN Syamsir Siregar?

Pada tanggal 12 Mei adalah demonstrasi yang pertama. Setelah kegiatan terjadi banyak yang menemui saya, ada Hatta Rajasa yang sudah saya kenal baik sebelumnya. Syamsir Siregar yang belum saya kenal juga meminta bertemu dengan saya. Pada saat pertemuan itu saya sudah katakan kepada mereka, jika pemerintah tetap menaikkan harga BBM pasti memancing kemarahan masyarakat dan saya katakan juga posisi saya akan berseberangan dengan mereka dengan cara melawan kebijakan tersebut secara langsung.

Anda dikabarkan telah menjadi double agent, menurut anda?

Itu tidak benar. Kalau saya sebagai double agent kenapa saya harus tampil secara terbuka dan langsung? Seharusnya sebagai double agent bukannya bersembunyi dibelakang layar? Iya kan?

Untuk pertanyaan seperti ini sebaiknya teman-teman langsung menanyakan masalah ini langsung kepada Syamsirnya. Masalahnya tidak ada yang berani menanyakan masalah double agent ini kepada Syamsir.

Konteksnya saya disebut sebagai double agent itu apa, orang semua tahu kok siapa yang pertama kali melakukan perlawanan terhadap kenaikan BBM ini dan saya berada di garis depan bukan di bagian belakang. Sekalian saja kita terang-terangan.

Apakah anda sudah mengetahui siapa yang disebut-sebut sebagai double agent tersebut?

Saya tidak etis menyebutkannya. Seandainya saya tahu saya tidak akan menyebutkannya. Karena basic-nya kita sama-sama aktivis yang pada awalnya sepakat untuk tidak menyetujui kenaikan BBM. Sebaiknya masalah ini ditanyakan kepada Syamsir.

Pernahkah anda berhubungan dengan Rizal Ramli selama berada di dalam Rutan?

Pernah beberapa kali melalui pengacara saya. Tapi secara langsung berkomunikasi saya belum pernah.

Bagaimana dengan kondisi keluarga saat ini terhadap kondisi anda?

Keluarga tetap memberikan support dan dukungan kepada saya. Mereka selalu datang setiap hari untuk melihat saya di sini.

Berkas anda kapan dibawa ke pengadilan?

Untuk berkas saya sudah selesai. Hari Kamis akan dibawa ke kejaksaan. Terserah nanti saya akan ditempatkan di mana saja, saya siap. Kemudian pengadilan akan dilaksanakan setelah lebaran.

Kabarnya Rizal Ramli juga akan menjadi penghuni baru di dalam rutan ini, bagaimana menurut anda?

Wah kalau menurut saya jika Rizal Ramli ditetapkan sebagai tersangka itu jauh sekali dari kenyataan sesungguhnya. Kasus saya saja tidak jelas alasannya dan bermuatan politis. Apalagi dengan Rizal Ramli?

Ini membuktikan penangkapan aktivis yang melawan kebijakan kenaikan harga BBM sarat dengan muatan politis daripada muatan hukum. Kalau pemerintah yang diwakili oleh Hatta Rajasa mengatakan penangkapan ini tidak bermuatan politis justru sebaliknya.

Beberapa kali terlihat Rizal Ramli bertemu dengan tokoh-tokoh nasional, anda menilainya seperti apa?

Saya rasa itu baik-baik saja. Saya melihat Rizal sedang melakukan penggalangan politik terhadap tokoh-tokoh nasional tersebut untuk mendapatkan dukungan politik sekaligus juga ada kemungkinan terkaitnya kekuasaan pasca pemilihan 2009. Menurut saya yang lebih penting adalah memfokuskan kinerja pemerintahan yang akan datang, karena pemerintahan saat ini saya ucapkan selamat tinggal lah.

(ron/iy)


Berita Terkait