Konon, teguran tertulis itu akan dilayangkan Kalla terkait manuver politik yang diluncurkan Fadel dengan mengusulkan Munaslub Partai Golkar.
Bagaimana tanggapan Gubernur yang populer di daerahnya itu? Berikut wawancara detikcom dengan Fadel:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya nggak pernah mengusulkan Munaslub. Saya hanya kecewa karena pencoretan nama saya di daftar caleg. Nggak pernah saya bilang begitu.
Berarti Bapak tidak pernah diperalat oleh barisan sakit hati?
Diperalat bagaimana. Itu hanya orang yang bikin wacana macam-macam.
Tapi saya heran, tanpa sepengetahuan saya, 6 ketua DPD II Gorontalo dipanggil sama Jusuf Kalla. Pertemuan itu kan didalangi oleh Aksa Mahmud. Mereka diongkosi ke Jakarta.
Saya heran kenapa ada pertemuan dengan Ketua Umum tanpa sepengetahuan saya selaku Ketua DPD I Golkar Gorontalo. Korwil juga tidak tahu pertemuan itu.
Memangnya itu pertemuan apa, Pak?
Saya tidak tahu, mereka dipanggil dan disuruh bilang ke saya, Pak Fadel jangan Munaslub. Padahal saya tidak pernah mengusulkan itu.
Saya khawatir pertemuan-pertemuan ini justru akan memecah belah Golkar Gorontalo. Selama ini kan baik-baik saya, tidak ada perpecahan.
Jadi Kalla bisa menimbulkan perpecahan, Pak?
Menurut orang-orang, kok seperti itu, kok begitu. Apa ada Ketua Umum begitu? Saya mohon, jangan seperti itu. Jangan memecah belah, biarkan kami hidup tenang di Gorontalo.
Kabarnya Kalla juga akan menegur Bapak?
Saya akan terima kasih, silakan kalau mau menegur. Tapi salah saya apa? Tapi kalau mau negur ya silakan saja. (ken/nrl)











































