"Memang pada dasarnya semua adalah keinginan dari si pemberi zakat pada lingkungan. Selain itu juga adanya rasa kepercayaan pada amil zakat yang kurang," ujar Maftuh Basuni mengomentari penyebab insiden tersebut saat menggelar jumpa pers di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2008).
Berikut pernyataan dan wawancara dengan Menag selengkapnya:
Pemerintah menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa yang terjadi di Pasuruan hari ini pada saat pembagian zakat oleh seorang yang bernama Syaikon dan mengorbankan sekurang-kurangnya 21 orang.
Kejadian ini sebenarnya tidak perlu terjadi seandainya beliau mau menyerahkan zakatnya pada badan amil zakat. Sungguh sangat disayangkan bahwa kejadian ini terjadi pada saat kita menjalankan ibadah puasa. Karena itu pemerintah bersimpati pada keluarga korban yang meninggal. Mudah-mudahan Allah SWT memberi tempat yang sebaik-baiknya buat mereka.
Apakah ada bantuan dari pemerintah untuk keluarga para korban?
Kita belum melangkah ke sana karena ini terlalu mendadak.
Kenapa sampai terjadi insiden seperti itu? Apa hal tersebut disebabkan ketidakpercayaan masyrakat pada lembaga amil zakat?
Memang pada dasarnya semua adalah keinginan dari si pemberi zakat pada lingkungan. Selain itu juga adanya rasa kepercayaan pada amil zakat yang kurang.
Karena itu pada hari ini dan ke depannya saya memerintahkan pada kakanwil untuk bisa mensosialisasikan (amil zakat). Di samping itu kita juga meminta pada badan amil zakat agar mereka bisa juga membuktikan bahwa dirinya bisa dipercaya.
Memang pada dasarnya ada kecendrungan untuk tidak percaya pada beberapa badan amil zakat. Tapi jujur saya katakan dari keterangan Baznas yang saya peroleh, sekarang sudah banyak kemajuan yang mereka dapatkan.
(rdf/iy)











































