DetikNews
Rabu 13 Agustus 2008, 12:29 WIB

Adik Tiri: Andaryoko Tidak Mirip Sama Sekali dengan Supriyadi

- detikNews
Adik Tiri: Andaryoko Tidak Mirip Sama Sekali dengan Supriyadi
Jakarta - Oetomo Darmadi yang dikenal sebagai adik tiri pahlawan nasional Supriyadi akhir-akhir ini jadi sangat sibuk. Sejumlah orang meneleponnya dan mendatangi rumahnya. Semua gara-gara ada orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Dia adalah Andaryoko Wisnu Prabu.

Bagi Oetomo Darmadi, pengakuan Andaryoko bukan hal yang baru. Jauh sebelumnya, banyak orang lain yang membuat pengakuan serupa. Tapi semua bisa dimentahkan oleh keluarga.

Bagaimana Oetomo menyikapi klaim Andaryoko? Apa rahasia atau ciri khusus Supriyadi yang bisa dijadikan pegangan untuk mengetes orang yang mengaku-aku?

Berikut wawancara Nala Edwin dari detikcom dengan Oetomo Darmadi di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta:

Mengenai pernyataan Andaryoko Wisnu Prabu yang menyatakan dirinya sebagai Supriyadi bagaimana tanggapannya?<\/strong>

Kalau saya ya tidak betul itu. Supriyadi itu sudah dibunuh Jepang. Jepang itu kan pintar dikatakan dia bisa hilang, ya orang yang tahu tokohnya bisa hilang kan senang padahal itu tidak benar, hari itu juga dia terbunuh.

Apa bapak ada bukti mengenai tewasnya Supriyadi atau hanya informasi-informasi saja?<\/strong>

Ya bukti tidak bisa, itukan zaman Jepang. Kamu harus tahu komposisi PETA seperti apa, batalion (daidan) ke batalion itu tidak ada hubungan dan tiap-tiap batalion itu sudah diawasi oleh PETA sendiri yang namanya Yukeki. Yukeki ini adalah mata-mata Jepang yang mengawasi pasukan. Jadi memang ada yang mengawasi pasukan.

Jadi bagaimana bisa pergi dari Blitar? Itu tidak mungkin. Kawan-kawannya dibunuh semua, masa dia yang mimpin pemberontakan lari, itu kan tidak mungkin.

Jadi bapak tidak percaya kalau Pak Supriyadi melarikan diri?<\/strong>

Tidak mungkin. Yang celaka itu kawan-kawannya sendiri yang menceritakan
Supriyadi bertapa itu mungkin tujuannya baik namun tidak benar. Akhirnya orang punya pandagan kalau Supriyadi itu mengkhianati. Kawannya 6 mati dibunuh dan itu masih ada dua yang masih famili Muradi dan Nanto itu famili. Jadi tidak mungkinlah.

Bapak sudah lihat Andaryoko Wisnu Prabu?<\/strong>

Sudah. Saya sudah lihat di TV dan sama sekali saya tidak kenal. Rupanya beda sama sekali, orang muda sampai tua kan ada persamaannya. Ini malah tidak mirip sama sekali.

Apa ada orang lain selain Andaryoko yang mengaku-ngaku sebagai Supriyadi?<\/strong>

Waktu zaman Pak Try Sutrisno jadi Wakil Presiden itu minta tolong Direktur Intel Kolonel Sugiyono untuk mengecek orang yang mengaku Supriyadi. Jadi waktu itu ada surat dari Kolonel Wiguno dari AURI. Dia kirim surat ke Pak Try menyatakan menemukan Supriyadi dari Lampung dan dibawa ke Yogyakarta supaya diselidiki.

Pak Try memerintahkan Direktur Inter untuk menyelidiki dan saya diajak menyaksikan. Saya tes bahasa Jepang dan Belanda saja tidak bisa.

Orang itu siapa identitasnya?<\/strong>

Ya orang tidak bener saja, ya dia mengaku dirinya Supriyadi.


Selain orang itu apa ada yang lain pak?<\/strong>

Banyak sekali orang yang mengaku-ngaku Supriyadi. Banyak, yang ini sudah beberapa puluh kali. Cuma baru yang kali ini saja yang ngeyel.


Kalau ngetes orang yang mengaku Supriyadi bagaimana caranya?<\/strong>

Saya mengunakan bahasa Jepang atau Belanda dan juga ada rahasia keluarga yang bisa saya tanyakan ke orang yang mengaku-ngaku itu. Pasti dia tidak bisa jawab.

Hubungan keluarga bapak dengan Supriyadi seperti apa pak?<\/strong>

Kita itu bertigabelas saudara. Mas Supriyadi dengan adiknya Pak Wiyono itu dari Ibu Nomor I bernama Rahayu dan Rahayu meninggal. Kemudian Ayah saya Darmadi kawin lagi dengan ibu saya, Ibu Susilih, dan melahirkan sebelas anak. Waktu itu usia Mas Pri baru dua tahun. Dan kami semua juga tidak tahu Mas Pri kakak bukan kakak kandung. Karena orang tua kan merahasiakan.

Lalu tahunya kapan pak kalau Supriyadi bukan kakak kandung?<\/strong>

Mengertinya ya waktu pemberontakan itu bapak ditahan di penjara Kediri sedangkan ibu dan adik-adik ditahan di Kertosono di rumahnya. Di rumah itu ada silsilah nempel di tembok. Jadi ibunya Mas Pri itu sepupunya bapak, sekakek senenek, sedangkan dengan ibu saya ponakannya bapak.

Kalau ada permintaan untuk konfrontir bapak siap pak?<\/strong>

saya siap karena omongannya tidak betul. Mas Pri kelahiran 1923 usianya kan baru 85 tahun, kan sedangkan Andaryoko usianya 89 tahun.

Pak apakah akan menempuh jalur hukum terhadap Andaryoko Wisnu Prabu ?<\/strong>

Orang yang malsu namanya orang kan terang kriminal untuk apa kita nuntut ya biarin saja. Mestinya karena dia dianggap pahlawan nasional ya pemerintah dong yang usut supaya ke depan tidak ada lagi orang-orang yang mengaku-ngaku sebagai Supriyadi.

Kalau keluarga namanya Mas Pri mau dipakai ini pakai itu tidak akan luntur perjuangannya.





(nal/iy)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed