Video: Pakar ITB Ungkap Keterkaitan Gempa NTT, Sulteng, Hingga Simalungun

Detik Sore

Video: Pakar ITB Ungkap Keterkaitan Gempa NTT, Sulteng, Hingga Simalungun

Tim 20detik - detikNews
Selasa, 18 Agu 2026 18:20 WIB

Beberapa hari usai gempa besar yang terjadi di 3 titik di wilayah Indonesia, bencana tersebut antara lain di Sulawesi Tengah dengan kekuatan M5,7, Simalungun Sumatera Utara dengan kekuatan M6,4, dan kekuatan terbesar dengan Magnitudo 7,7 di Flores. Berbagai bantuan langsung merangsek ke kawasan-kawasan pengungsian. Mengutip kabar terbaru dari detikcom, berbagai macam bantuan logistik tengah disalurkan melalui udara. Pemerintah bersama Basarnas juga bergerak cepat untuk mengebut sejumlah infrastruktur yang mendesak digunakan agar para korban cepat memperoleh penanganan.

Untuk rumah sakit, Pemerintah Daerah menjalankan skema rumah sakit lapangan guna meminimalisir risiko dampak sekunder gempa saat merawat para korban gempa. Seperti yang dilakukan Pemprov NTT di Ruteng, mereka menyulap lapangan menjadi rumah sakit darurat. Hal ini dilakukan usai RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak hingga hampir 75% akibat gempa bumi yang mengguncang Flores.

Gempa berkekuatan 7,7 M yang menghantam Flores pada Sabtu (15 Agustus 2026) tersebut setidaknya menewaskan 68 orang dan 2000 orang lebih kehilangan tempat tinggal. Tidak hanya itu, infrastruktur penting seperti menara pemancar seluler hingga sekolah juga ikut terdampak. Akibatnya, kegiatan warga dan sistem komunikasi di beberapa titik lumpuh total.

detikSore akan melihat lebih dekat bagaimana proses penanganan korban usai gempa yang terjadi di NTT. detikSore juga akan mengulas lebih dalam tentang sejumlah opini yang mengatakan jika ketiga gempa tersebut saling berkaitan.

Jika benar gempa sejenis pernah terjadi pada masa lampau, benarkah bencana serupa dapat diprediksi? Simak diskusinya bersama Guru Besar Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, Irwan Meilano.

Embed Video


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini