"Saya sejak SD sudah berkumis," ucap Abubakar kepada detikcom, Rabu (3/9/2008).
Abubakar menceritakan, dirinya malu saat masih SD sudah berkumis. Oleh karena itu dia berusaha untuk mencukur kumisnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun mencabut kumis membuat mata Abubakar mengalami gangguan penglihatan. Sehingga saat sekolah, dia harus duduk di depan agar dapat melihat jelas tulisan di papan tulis.
Tidak cukup sampai disitu, ternyata gangguan penglihatan menyebabkan Abubakar gagal ikut tes Akademi Kepolisian (Akpol). Dia pun harus menunggu enam bulan untuk sembuh.
"Terus terang enam bulan itu saya putus asa karena tidak bisa masuk Akpol. Setelah satu bulan makan bawang putih baru bisa balik lagi," kata pria berkacamata ini.
Setelah berhasil masuk Akpol, Abubakar bercerita, selama empat tahun mengikuti pendidikan dia selalu mencukur kumisnya. Namun setelah selesai pendidikan dia mulai membiarkan kumisnya tumbuh.
Untuk perawatan kumis, Abubakar menyatakan, hampir tiap hari dia harus menata kumisnya. Bila tumbuh kumis yang berwarna putih maka dia pun mencatnya.
"Rambut masih utuh nih, belum dicat. Kalau kumis keluar putih saya cat," pungkasnya.
(ddt/nik)











































