Kini Denny tak lagi bersuara di 'luar', dia masuk dalam 'lingkar kekuasaan' yaitu menjadi staf khusus presiden bidang hukum. Dia diangkat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 28 Agustus 2008.
Kesibukan Denny pun kian hari akan terus bertambah dengan posisi baru tersebut. Meski demikian, Denny akan meminta Presiden SBY untuk bisa tetap mengajar di FH UGM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski nantinya banyak kegiatan, keluarga Denny yang masih tinggal di Yogyakarta itu sudah mendukung sejak awal. Denny sendiri sudah membicarakan hal tersebut dengan keluarga. Keluarga sudah menerima konsekuensinya kalau kelak dirinya akan banyak tinggal di Jakarta.
"Tetapi masalah pembagian waktu dengan keluarga masih didiskusikan. Hanya manajemen waktu saja," ujar pria kelahiran Pulau Laut, Kalimantan Selatan, 11 Desember 1972, ini.
Menurut Denny, dia dan keluarga tidak akan pindah ke Jakarta walau sesibuk apa pun. "Itu belum. Keluarga masih di Yogyakarta. Lagian saya baru pindah rumah dan anak baru masuk sekolah," imbuh doktor dari Faculty of Law University of Melbourne Australia, 2005, ini.
Denny mengatakan, saat ditawari menjadi staf khusus bidang hukum presiden, Denny meminta waktu kurang dari sebulan untuk mempertimbangkannya. Penulis produktif ini masih menimbang baik buruknya menjabat posisi itu.
"Bukan menolak, tapi minta waktu. Nggak langsung menerima amanat yang berat itu," ungkap doktor termuda di UGM ini.
Hari ini, lanjut Denny, dirinya akan bertemu dengan Presiden untuk membicarakan spesialisasi pekerjaannya lebih lanjut.
"Detailnya akan dirapatkan lagi hari ini. Saya akan ketemu Presiden," kata Denny mengunci obrolan. (gus/nrl)











































