"Kalau seni peran itu kan kita kerja berdasarkan script. Kalau di politik kita bekerja berdasarkan undang-undang," katanya usai jumpa pers soal caleg di Kantor DPP Partai Gerindra, Jl Brawijaya IX, Jakarta Selatan, Kamis (21/8/2008).
Rachel mengaku sudah mempersiapkan dirinya dengan mempelajari AD/ART partai dan perundang-undangan di Indonesia. Dia juga rela meninggalkan dunia keartisan jika terpilih jadi anggota legislatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal dukungan dari keluarga, Rachel mengklaim sudah mendapat dukungan dari suaminya. Ia juga siap meninggalkan anaknya jika harus berkampanye dari kota ke kota nantinya.
"Kalau Ebes (nama panggilan suaminya-red) tahu saya orangnya suka belajar, jadi tidak masalah buat saya. Kalau anak, ya memang harus ada yang dikorbankan. Jadi tidak apa-apalah," tuturnya.
Perempuan kelahiran Bandung ini akan bertarung di dapil Jawa Barat II dengan nomor urut 1. Soal banyak pihak yang meragukan kualitas artis di panggung politik, Rachel mengatakan semua itu tergantung niatnya.
"Ya itu kembali ke niat. Kalau niatnya baik ya Insya Allah. Ini juga tantangan. Saya tahu saat ini masyarakat belum percaya," jelasnya
Lalu kenapa memilih Gerindra? Rachel mengaku cocok di Gerindra karena sama-sama memiliki niat untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia seluruhnya.
(gah/nrl)










































