Rahardi Ramelan Bukukan Bahasa Gaul LP Cipinang

Rahardi Ramelan Bukukan Bahasa Gaul LP Cipinang

- detikNews
Rabu, 20 Agu 2008 17:38 WIB
Rahardi Ramelan Bukukan Bahasa Gaul LP Cipinang
Jakarta - Dua tahun di penjara di LP Cipinang dalam kasus korupsi dana non-bujeter Bulog, tampaknya tidak membuat Rahadi Ramelan mandek. Keluar dari Cipinang, Rahadi menulis sebuah buku otobiografi berjudul "Cipinang Desa Tertinggal".

"Buku ini saya tulis waktu saya di Cipinang. Saya pilih judul itu karena memang dalam penjara itu mirip desa tertinggal. Tidak ada pendidikan dan fasilitas semua serba minim," kata Rahardi dalam diskusi "Membongkar Korupsi di Lembaga Pemasyarakatan" di Jl Diponegoro, Jakarta, Rabu (20/8/2008).

Dalam buku itu juga, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan masa pemerintahan Presiden Habibie ini menulis tentang berbagai bahasa gaul yang digunakan para napi sehari-hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahasa gaul para napi itu, ditulis di bab terakhir. Contohnya saja
jangkrik artinya radio kecil, jengkol artinya jam tangan, jaket artinya ikan asin digoreng terus dibungkus terigu, asap artinya shabu, batu artinya pelit, dan masih banyak lainnya

Tidak hanya bahasa gaul, bisnis voucher dan reparasi HP juga terdapat di Cipinang. Untuk pulsa senilai Rp 100 ribu dijual Rp 80-85 ribu dan pulsa Rp 50 ribu dijual Rp 35-45 ribu. Yang berjualan mulai dari napi maupun petugas LP.

"Paling laku itu Simpati dan IM3. Masih banyak bisnis yang lain. Total semuanya bisa ratusan juta," kata Rahardi. (gus/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads