"Buku ini saya tulis waktu saya di Cipinang. Saya pilih judul itu karena memang dalam penjara itu mirip desa tertinggal. Tidak ada pendidikan dan fasilitas semua serba minim," kata Rahardi dalam diskusi "Membongkar Korupsi di Lembaga Pemasyarakatan" di Jl Diponegoro, Jakarta, Rabu (20/8/2008).
Dalam buku itu juga, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan masa pemerintahan Presiden Habibie ini menulis tentang berbagai bahasa gaul yang digunakan para napi sehari-hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
jangkrik artinya radio kecil, jengkol artinya jam tangan, jaket artinya ikan asin digoreng terus dibungkus terigu, asap artinya shabu, batu artinya pelit, dan masih banyak lainnya
Tidak hanya bahasa gaul, bisnis voucher dan reparasi HP juga terdapat di Cipinang. Untuk pulsa senilai Rp 100 ribu dijual Rp 80-85 ribu dan pulsa Rp 50 ribu dijual Rp 35-45 ribu. Yang berjualan mulai dari napi maupun petugas LP.
"Paling laku itu Simpati dan IM3. Masih banyak bisnis yang lain. Total semuanya bisa ratusan juta," kata Rahardi. (gus/iy)











































