Amidhan mulai menghisap rokok sejak duduk di bangku kuliah. Biasanya, Amidhan menghabiskan 2 bungkus rokok per hari.
"Saya dulu perokok berat. Sehari habis 20 batang rokok putih. Kalau dulu kan lelaki tidak merokok dibilang banci," kata Amidhan seraya tertawa kepada detikcom, Rabu (13/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Istri sih memang keberatan. Tetapi saya langgar saja. Namanya sudah kecanduan rokok. Saya berhenti karena saran dokter jantung. Dia bilang, demi kesehatan harus berhenti merokok apalagi menyetir kendaraan sindiri," papar Amidhan.
Ada beberapa tips menghenti merokok yang dilakoni Amidhan. Salah satunya dengan mengemut permen.
"Saya ganti dengan permen. Sekarang nggak perlu permen lagi. Kalau makan permen terus, gigi juga bisa rusak," ujarnya sambil tertawa.
Tips lain, lanjut dia, jangan mendekati perokok, bilang sama teman sudah berhenti merokok, dan sampai saatnya mencium bau rokok tidak enak.
"Itu bisa tahunan loh. Saya saja sempat 3 kali kambuham. Berhenti, mulai lagi, sadar lagi, mulai lagi. Susah juga apalagi harus menghadapi tamu-tamu. Saya pun jadi tergoda. Intinya, harus ada komitmen di dalam diri kita untuk berhenti merokok," kata Amidhan.
Amidhan pun merasakan dampak positif bebas dari rokok. "Tubuh lebih sehatlah, dan makan tambah selera. Jadi kalau orang ceking ingin gemuk, berhenti merokok saja," tuturnya.
Beruntung kebiasaan Amidhan yang dulu merokok tidak menular kepada anak laki-lakinya. "Anak saya tidak merokok, syukurlah," cetus Amidhan. (aan/iy)











































