"Saya lebih fokus pada Lembaga Permasyarakatan (LP), berbagai polres dan lokalisasi pelacuran," kata Anton ketika dihubungi detikcom, Selasa (12/8/2008).
Alasan pria kelahiran 10 Oktober 1957 ini karena merasa kehidupan keras seperti itu merupakan habitat asli dirinya sebelum menjadi pendakwah. Anton menjanjikan tidak akan memilih-memilih lokasi dakwah. "Saya akan datangi seluruh wilayah Indonesia," tegas Anton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Motivasinya agar mereka tobat dan tercipta situasi yang kondusif dalam LP," tegasnya.
Dari setiap honor ceramah yang diterimanya, imbuh Anton akan dibagi tiga bagian. "50% untuk pesantren eks napi, 25% untuk saya sendiri, dan 25% lagi disimpan dan dikeluarkan untuk kegiatan pertahun saat Ramadan," cerita Anton.
Uang yang disimpan itu, rencananya tahun ini akan diberikan kepada napi-napi yang telah dibebaskan. Namun Anton mempertegas kalau dirinya tidak menerima mantan napi kasus narkoba dan penipuan.
"Kalau mereka (mantan napi) datang membawa surat bebas ke rumah saya, akan saya kasih sepatu, baju, celana, dan KTP musiman," pungkasnya.
(mok/iy)











































