"Kita letih, lelah dari kepenatan intelektual ditambah kepenatan-kepenatan lain di luar dan puisi bisa mengobati kepenatan itu," kata pria yang telah menjadi pengacara selama 34 tahun itu.
Hal itu disampaikan Todung usai public hearing seleksi hakim konstitusi di kantor Dewan Pertimbangan Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya senang puisi tentang manusia tentang kesepian, kesenian," ujar penyuka puisi karya Chairil Anwar dan WS Rendra itu.
"Tentu saya juga senang dengan puisi yang lain tapi puisi buat saya sebagai refleksi diri sebagai manusia," ujar Todung.
(ken/ken)











































