Untuk mempersiapkan menuju Jakarta, Fadel akan meminta izin kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Oktober nanti untuk menjadi calon anggota legislatif DPR RI dari Provinsi Gorontalo. Wakil Presiden yang juga Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla sudah memberikan lampu hijau.
Hal itu dikatakan Fadel seusai acara Konvensi Kampus V dan Temu Tahunan Forum Rektor Indonesia (FRI) di kampus Universitas Islam Indonesia (UII) di Jl Kaliurang Km 14 Yogyakarta, Senin (4/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadel menyadari untuk masuk ke Jakarta, dirinya akan melewati jalan panjang nan berliku. Selain itu, dia juga harus melihat kendaraan politik apa yang harus dipakai.
Pengalamannya memimpin Provinsi Gorontalo selama dua periode bisa menjadi modal bagi Fadel. "Saya sampai saat ini belum ada yang meminang. Saya juga belum bergerak. Kita lihat perkembangan yang ada," kata dia.
Bila Fadel mengantongi izin presiden, jabatan gubernur akan dijalankan oleh wakil gubernur. Dia juga tidak khawatir Gorontalo akan mundur bila ditinggal ke Jakarta. Sebab semua dasar-dasar pemerintahan di daerah seperti peraturan daerah dan peraturan gubernur sudah dibuat dan bisa berjalan dengan baik.
Menurut dia, dirinya tidak mengetahui bila dirinya masuk nominasi calon wakil presiden 2009 berdasarkan hasil survei yang dilakukan lembaga-lembaga survei. Dia hanya membaca dari surat kabar mengenai hasil survei tersebut, dirinya masuk 10 besar untuk nominasi calon wakil presiden.
"Level kita kan segitu-segitu saja, anggota DPR atau wapres. Tapi yang penting rakyat menghendaki dan energi kita ada, ya siap saja. Insya Allah siap," kata politisi Golkar ini.
Dan keinginan Fadel ini disambut baik oleh Jusuf Kalla. "Beliau setuju dan katanya memang level kamu sudah harus nasional," kata Fadel menirukan ucapan Jusuf Kalla.
"Kita lihat saja nanti, politik kan menggelinding. Pilihannya kita jadi caleg dulu, setelah itu baru mikir yang lain, cawapres," harap Fadel. (bgs/asy)











































