Orang tidak banyak tahu tentang kebiasaan sehari hari Andi atau pun koleksi-koleksi apa saja yang dia miliki. Ternyata, Andi hingga kini masih menyimpan sepeda tuanya yang dia beli di Amerika Serikat saat dia kuliah dulu.
"Saya punya sepeda tua yang saya bawa dari Amerika. Waktu selesai kuliah, sayang kalau dijual. Makanya sepeda itu saya masukin ke kontainer dan dikirim ke Indonesia," ujar Andi Mallarangeng kepada detikcom, Jumat (11/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu beli seharga itu harus menabung dulu, sekalian beli yang bagus biar awet," ujar Andi yang mengaku istri dan anak-anaknya juga mempunyai sepeda.
Diminta Ongkos Pulang
Sebagai jubir presiden, Andi banyak sekali mendapat pengalaman-pengalaman yang tidak dapat dilupakan, baik pengalaman pahit maupun pengalaman yanag menyenangkan.
Andi mengaku sering mendapat cacian dengan statusnya sebagai jubir pemerintah. Namun ia menganggap cacian tersebut sebagai hal yang wajar. "Cacian itu biasalah. Pernah saat saya menerima pendemo di Istana. Kadang-kadang ada yang hanya mau menyampaikan tuntutan dan tidak mau diskusi. Tapi anehnya mereka minta ongkos pulang. Tapi nggak Kita beri ongkos, sekali dikasih nanti tuman," ujarnya.
Menjadi jubir presiden, lanjut Andi, terkadang juga mengasyikkan. Kadang dia diperlakukan bak selebritis. Namun karena menjadi jubir dianggap punya banyak uang, tidak sedikit orang yang SMS, telepon dan bahkan datang ke rumah Andi untuk minta uang.
"Bahkan ada yang sampai tengah malam datang ke rumah saya minta uang untuk pulang ke Makassar. Saya jelaskan, saya tidak bisa membantu secara finansial, namun saya anjurkan untuk minta bantuan kepada orang Makassar yang punya banyak uang di Jakarta," cerita Andi sambil tertawa.
Tapi Andi pernah digratisin makan juga gara-gara ketenarannya. "Waktu saya makan Soto Banjar di Samarinda, tiba-tiba waktu mau bayar ternyata sudah dibayar orang yang berada di sebelah saya," kata Andi.
Kumis SBY
Ditanya soal kumis, Andi mengaku kumis tebal yang dia miliki tidak terlalu istimewa. Bahkan ia menganggap pujian soal kumisnya adalah sekadar olok-olok saja. Dia pun bercerita SBY juga pernah punya kumis.
"Pak SBY pernah pelihara kumis waktu pangkatnya masih kapten. Kenapa sekarang dicukur? Karena waktu zaman itu kan masih suasana operasi," ucap Andi sambil tertawa.
Menjadi orang tenar seperti sekarang ini, tidak lantas membuat Andi besar kepala. Dia mengaku masih sering berhubungan dengan teman-temannya waktu kecil, teman sekolahnya, bahkan temen kuliah di UGM, Yogyakarta.
"Saya seneng banget masih bisa berkomunikasi dengan mereka. Bagi saya, itu adalah berkah," pungkasnya.
(anw/iy)











































