Menkes Takut Difoto Saat Berenang

Menkes Takut Difoto Saat Berenang

- detikNews
Rabu, 09 Jul 2008 10:39 WIB
Menkes Takut Difoto Saat Berenang
Jakarta - Sudah lama berenang menjadi hobi Siti Fadilah Supari. Namun sejak menjabat Menteri Kesehatan, Siti tak lagi bisa meneruskan hobinya. Alasannya, dia takut ada yang memotretnya.

"Saya sudah lama nih nggak berenang, sudah 3 atau 4 tahun nggak berenang. Sekarang kalau berenang takut difoto orang, jadi ya nggak pernah lagi," ujar Siti sembari tertawa saat berbincang dengan detikcom, Rabu (9/7/2008).

Aktivitas putri Solo kelahiran 6 November 1949 ini memang padat. Tidur pun sudah tidak lagi teratur meski sudah berada di rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ih saya sudah berapa tahun tidur cuma 3 sampai 4 jam. Belum lagi kalau di rumah masih ada telepon. Jadi ya tetap 24 jam kerjanya," ujarnya.

Meski mengaku capek, dokter spesialis jantung ini tetap menikmati pekerjaannya itu. Dia pun tidak habis pikir dengan wacana cuti para menteri pada saat kampanye pemilu.

"Kalau aku, boro-boro mau cuti," kata Siti

Untuk menjaga staminanya, Siti rutin melakukan treadmill di rumahnya. Dia mengaku tidak mengonsumsi suplemen khusus agar tetap fit. Khusus untuk makanan, tidak ada pantangan khusus bagi penggemar masakan Jawa ini.

"Kalau makanan itu saya selalu memakai selera," ujarnya, lagi-lagi diikuti tawa.

Menghitung nilai kalori makanan juga, Bu?

"Dihitung, tapi nggak pernah cocok hitungannya, hahaha. Kalau pengen, masih lapar, ya makan lagi. Apalagi kalau harus melek sampai malam," kata ibu 3 anak ini.

Itu sebabnya, di atas meja kerja Siti selalu tersedia berbagai macam cemilan, terutama yang berjenis keripik. Favoritnya, keripik paru.

Siti yang biasa mengisi akhir pekan dengan cucu-cucunya ini tidak memiliki resep khusus untuk menjaga penampilan. Dia mengaku tak melakukan perawatan rutin untuk tampil cantik.

"Paling cuma facial, itu juga kalau sempat 2 bulan sekali. Kalau dandan, ya dandan sendiri. Saya nggak pernah ke salon kecuali harus pakai kain dan bersanggul," ujarnya.

Sebagai Menkes, Siti berulang kali menjadi buah bibir dengan pernyataannya yang kontroversial. Perhatian dunia internasional pun mengarah kepada Siti karena menulis buku 'Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung'.

Dalam bukunya, Siti menuding perusahaan-perusahaan farmasi kapitalis berada di belakang WHO untuk memanfaatkan sampel virus yang diserahkan negara-negara berkembang, menjadi vaksin-vaksin yang dijual komersil.

Siti juga mempertanyakan sampel virus dari Indonesia yang dibawa ke Laboratorium Los Alamos AS yang punya sejarah sebagai laboratorium senjata.

Sikap ceplos-ceplos Siti juga tampak saat mendapati laboratorium kesehatan milik angkatan laut AS, NAMRU-2, masih beroperasi di Indonesia pada akhir April 2008.

Apakah sikap ceplas-ceplos itu tidak dikomplain sang suami, Muhamad Supari?

"Nggak, karena di rumah lebih ceplas-ceplos lagi. Saya memang dari sononya begini kok," pungkasnya.
(fiq/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads