Ini juga bukan balapan di dunia politik, melainkan balapan sungguhan. "Dulu waktu masih sekolah di Tulungagung, saya suka balapan," ujar pria yang akrab disapa Cak Ali ini kepada detikcom, Selasa (8/7/2008).
Cak Ali adalah politisi PKB kelahiran Tulungagung, Jawa Timur, 12 September 1962. Menurutnya, hobi balapan itu muncul sejak dirinya bersekolah di sebuah Madrasah Aliyah di Tulungagung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama kali, kata Cak Ali, dia tertarik menekuni balapan sepeda. Baru setelah menginjak kelas 2, Ali menjajal adu kecepatan dengan motor.
Tak sekadar ikut-ikutan, Cak Ali mengaku pernah menyabet juara I balapan sepeda se-Tulungagung. Dia juga pernah dua kali menjadi juara II roadrace antarkota di tempat tinggalnya.
"Sepeda engkol saya dulu sampai 4. Kan harus belak-belok di endut (lumpur) dan jumping (lompat) dari ketinggian 1 meter, jadi sepeda mudah rusak. Saya sampai bikin sepeda itu rangkanya saya ganti dengan besi berisi," ujar Cak Ali.
Cak Ali pun punya tiga sepeda motor merek Yamaha yang dimodifikasinya untuk balapan. Terdiri dari dari dua Yamaha RX King dan bebek 80 cc. Dia juga mendirikan klub balapan bernama Chrisler.
"Saya masih ingat punya klub namanya Chrisler. Anggotanya 5-6 orang, kebanyakan teman-teman lintas SMA di Tulungagung," kenang alumi Universitas Jember (Unej) itu.
Di kampus Unej, Cak Ali memilih kuliah di jurusan Hubungan Internasional (HI). Cita-citanya waktu itu memang ingin menjadi diplomat. Rupanya, aktivitas kuliah Cak Ali cukup padat. Dia juga mulai berkecimpung di Senat mahasiswa Unej dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Sejak saat itulah Cak Ali meninggalkan arena balapan. "Hobi saya berganti menjadi demo, rebutan badan perwakilan di Senat, dan aktif di PMII. Jadi sejak menjadi aktivis ya berhenti balapannya," ujarnya.
Namun, kegemarannya terhadap motor tidak hilang. Setelah menjadi anggota DPR, setiap Sabtu dan Minggu dia menyempatkan jalan-jalan menunggang motor di sekitar kompleks perumahannya.
"Ya bersama anak-anak jalan 3 - 4 km. Tujuannya mencari udara segar. Kalau modifikasi sih sekarang tidak lagi," pungkas Ali. (irw/nrl)











































