"Maaf bila para menteri jadi kurang waktunya bersama keluarga. Tolong beliau jangan ditegur, karena yang salah saya," ujar SBY saat memberi sambutan dalam acara syukuran 7 bulan kehamilan menantunya, Annisa Pohan.
Alhasil, tawa spontan muncul dari istri sejumlah menteri yang hadir dalam acara yang digelar di kediaman pribadi SBY di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/7/2008).
Permintaan maaf SBY bukan tanpa alasan. 'Gugatan' keluarga para anggota kabinet setidaknya tercermin dari pengalaman Menkeu yang juga Plt Menko Perekonomian, Sri Mulyani dari putrinya. Selama dua tahun terakhir, sang putri sering menggerutu karena ibunya selalu sibuk bekerja sekalipun sedang tanggal merah.
"Does president have children? Sabtu Minggu kok kerja terus!" ujar SBY menirukan gerutuan putri Menkeu sambil terkekeh. "Saya tidak tahu apa jawaban Bu Menkeu, semoga yang positif-positif," lanjut SBY.
Menurut dia, mengingat masa tugas masih ada satu tahun lagi, sudah pasti minimnya waktu bagi keluarga itu masih akan berlangsung. "Maklumlah, baru selesai satu masalah, muncul satu lagi masalah," ujar SBY berapologi.
Pengakuan dan permintaan maaf SBY pada keluarga menteri ini rupanya buntut dari kelakar para menteri dalam rapat kabinet terbatas Kamis siang. Seorang menteri berharap agar setelah kelak memiliki cucu, SBY menjadi lebih santai dalam bekerja.
"Dalam ratas tadi, menteri sempat bilang, semoga setelah ada cucu nanti Pak Presiden bisa agak santai. Jadi para menteri nggak harus selalu sibuk," kata SBY.
Dia pun berharap agar hubungannya kelak dengan para menteri dan keluarga tidak melulu urusan pekerjaan atau formalitas belaka. (lh/nrl)











































