#77PortraitAnakBangsa

Cerita Saskhya Aulia soal Tantangan Besar Jadi Psikolog Anak

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Sabtu, 13 Agu 2022 18:21 WIB
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G.
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. (Foto: Dok OPPO)
Jakarta - Bagi Saskhya Aulia Prima, merawat dan mendidik anak merupakan proses pembelajaran yang tak pernah berhenti. Sebagai seorang psikolog, Saskhya menyadari banyak pengetahuan dalam mendidik anak yang hanya bisa didapatkan lewat pengalaman.

Minat berkarier sebagai psikolog muncul sejak Sashkya berusia 14 tahun. Ia mengaku sangat suka dan tertarik merawat anak kecil.

Setelah menyelesaikan S1 Psikologi, Saskhya sempat berkarier sebagai HR di salah satu perusahaan multinasional. Di situlah ia menangkap fenomena masih banyaknya lulusan universitas, bahkan universitas unggulan, yang masih bingung akan tujuan dan daya saingnya di dunia profesional sangat rendah. Saskhya pun meyakini karakter yang tangguh mesti dibentuk sejak usia anak-anak.

Saskhya menemui berbagai tantangan dalam kariernya sebagai psikolog. Salah satunya, sebagai psikolog anak Saskhya kerap diragukan kemampuannya saat dirinya belum memiliki anak.

Selain itu, Saskhya yang aktif membuat konten edukasi seputar pendidikan anak di media sosial pun berkali-kali mendapatkan tanggapan miring lantaran belum menjadi ibu. Ia dianggap belum kompeten karena saat itu belum merasakan langsung membesarkan anak.

Bahkan setelah dikaruniai anak, Saskhya menemui dilema tersendiri. Ia terjebak akan pemahaman saintifik yang dikuasainya. Ia selalu was-was jika perkembangan anaknya tak sesuai dengan teori yang dipelajari.

Misalnya, secara teori dalam ilmu psikologi anak tersenyum di rentang usia 6-10 minggu. Pada kenyataannya, anak Saskhya belum tersenyum memasuki usia itu. Ia pun menjadi khawatir, tapi akhirnya memasuki usia 10 minggu sang anak baru tersenyum.

Namun, Saskhya akhirnya menyadari orang tua harus bisa menerima mengikhlaskan beberapa hal. Misalnya, saat anak memiliki minat dan bakat yang tidak sesuai keinginan orang tua, atau memilih pendidikan bukan di tempat yang ditargetkan orang tua.

Saat ini Saskhya fokus menjalankan bisnisnya, yakni konsultan psikologi Tiga Generasi. Ia mengatakan perusahaan itu dibangun dengan semangat dan usaha yang tekun. Menurutnya, kunci keberhasilan adalah konsistensi dan terus mencoba.

Sebagai informasi, foto 77 Potret Anak Bangsa di atas diabadikan oleh kamera OPPO Reno8 Pro 5G 'The Portrait Expert'. Ponsel ini dilengkapi chipset MariSilicon X yang memberikan performa AI terbaik dalam mengolah foto maupun video bahkan saat kondisi minim cahaya.

OPPO Reno8 Pro 5G mampu membuat siapapun dapat menghasilkan karya dan mengekspresikan diri tanpa batas melalui teknologi yang dimiliki, desain yang memukau, dan performa paling unggul. Kamu juga bisa berpartisipasi dalam kampanye 77 Potret Anak Bangsa di Instagram OPPO Indonesia, kunjungi website resmi OPPO Indonesia untuk informasi lebih lanjut melalui tautan ini.

(fhs/ads)