Yahya Andi Saputra, Sahibul Hikayat Betawi yang Tak Lekang oleh Waktu

#77PortraitAnakBangsa

Yahya Andi Saputra, Sahibul Hikayat Betawi yang Tak Lekang oleh Waktu

Sukma Nur - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 21:00 WIB
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G.
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. Foto: Dok OPPO
Jakarta - Pernah mendengar kata sahibul hikayat? Di tengah zaman yang kian modern dan berubah dengan cepat, kata itu seolah tertelan bumi dan menghilang begitu saja. Tidak banyak orang yang tahu apa arti dan maksudnya. Padahal, sahibul hikayat adalah satu bagian kebudayaan yang seharusnya terus digelorakan dan dilestarikan.

Di tengah keadaan zaman yang demikian, Yahya Andi Saputra tetap bertahan. Pria berusia 60 tahun tersebut masih menjadi seorang sahibul hikayat yang handal. Sahibul hikayat berangkat dari bahasa Arab yang berarti penutur cerita. Namun, seiring dengan perkembangannya dalam masyarakat Betawi, kata sahibul hikayat kini diartikan sebagai perpaduan dari tradisi lisan Betawi dengan dakwah Islam

Yahya Andi hanyalah satu dari segelintir orang yang menjadi penerus sahibul hikayat di masa kini. Dalam ceritanya, perjalanan panjang menjadi seorang sahibul hikayat tidak terlepas dari sosok Ahmad Sofyan, seorang penyair hikayat yang ia dengar di tahun 1980-an. Selain itu, semasa duduk di Sekolah Dasar ia kerap menonton lenong Betawi dan terpikat akan tuturan para pelakon yang ia anggap sarat akan makna kehidupan.

Sejak saat itu, Yahya Andi dapat menyimpulkan bahwa lenong Betawi yang ditontonnya banyak mengandung pesan kehidupan dan berniat baik untuk mengedukasi para penontonnya. Hal tersebutlah yang akhirnya menghantarkan Yahya Andi untuk terus menekuni sahibul hikayat hingga saat ini.

Berbagai cerita yang Yahya Andi sampaikan juga beragam. Sebagai tukang cerita, ia mampu bercerita fiksi, dongeng, berbagai pengalaman kisah kehidupan, dan juga berbagai sejarah mengenai Jakarta. Ia menerapkan prinsip 'palu gada' (apa lu mau gua ada) dalam bercerita. Kata tersebut bermaksud ia bisa menceritakan semua apa yang diinginkan oleh para pendengarnya.

Oleh karena itu, jika ada yang menginginkan lebih dalam tentang kisah Jakarta, Yahya Andi siap pasang badan dan segera datang. Ia akan segera berbagi cerita dan menjawab rasa penasaran semua masyarakat. Dedikasinya akan budaya Betawi pada akhirnya membuat Yahya Andi mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 2015.

(fhs/ega)