DetikNews
Minggu 10 Jul 2016, 16:42 WIB

Kompol Tri Suryanti, Satu-satunya Wakapolres Wanita di Jawa Barat

Masnurdiansyah - detikNews
Kompol Tri Suryanti, Satu-satunya Wakapolres Wanita di Jawa Barat Tri di atas becak saat persiapan buka puasa dengan tukang becak (Foto: Masnurdiansyah/detikcom)
Bandung - Berangkat dari seorang prajurit, karier Tri Suryanti ini terus menanjak setelah melewati berbagai rintangan sebagai seorang Polisi Wanita (Polwan). Sejak tahun 2015 dia dipercaya untuk memegang jabatan wakil kapolres di wilayah hukum Polda Jawa Barat dengan pangkat kompol, sehingga menjadikan sebagai satu-satunya wakapolres wanita di Jawa Barat.

Tahun lalu dia menjabat sebagai Wakapolres Sumedang dan terlibat dalam pengamanan Lebaran di daerah tersebut. Wanita tersebut kini dipercaya untuk menjadi orang nomor dua di wilayah hukum Polres Bandung.

"Perasaan sudah jelas ini suatu kebanggaan untuk saya dua kali dipercaya menjadi seorang Wakapolres di wilayah Polda Jabar, tahun ini saya kembali menjabat Wakapolres Bandung dan turun lagi untuk mengamankan Operasi Ramadaniya 2016," ujarnya saat ditemui detikcom di Pos Pol Cileunyi, Minggu (10/9/2016).

Karier Tri bermula saat dia bergabung dengan Polri pada tahun 1994/1995. Berawal dari pendidikan bintara dengan pangkat sersan dua (saat ini brigadir dua) menjadi langkah awal untuk membulatkan tekadnya menjadi seorang Polwan yang berprestasi. Cita-citanya ia kejar dengan mengikuti sekolah calon perwira pada tahun 2000 dan mendapat pangkat barunya sebagai seorang inspektur dua (ipda).
Kompol Trie Suryanti saat persiapan buka puasa dalam rangka HUT Bhayangkara ke 70 (Foto: M Masnurdiansyah/detikcom)

Tak puas sampai di situ, tahun 2007 dirinya kembali mendapatkan peluang untuk mengikuti pendidikan sarjana dan lulus pada tahun 2009. Dirinya pun berhak menyandang pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).

"Pada tahun 2011 akhirnya setelah melewati perjuangan yang panjang setelah saya mengikut pendidikan di kepolisian pangkat kompol resmi saya dapat, dan tahun 2015 Januari saya dipercaya untuk menjadi seorang Wakapolres, dan itu suatu hal yang pertama kali saya rasakan dan tidak bisa diucapkan dengan kata-kata," ujar wanita kelahiran Kebumen 8 Januari 1976 itu.

Selama 17 bulan dirinya menjabat sebagai Wakapolres Sumedang, di awal tugasnya ia mengaku sempat grogi dan tidak percaya diri. Namun beban jabatan menjadikan dirinya berusaha untuk mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Menurutnya seorang wanita bisa menyamai bahkan melampaui kinerja seorang polisi laki-laki.

"Wajar kalau ada ragu, saat pertama kali menjabat saya harus berani memberikan kinerja terbaik saya kepada pimpinan. Ini momen dimana perempuan tidak kalah sama laki-laki. Saya ingin menegaskan bahwa wanita itu mampu untuk bekerja lebih baik sesuai dengan tupoksi dari atasan," jelas wanita berkerudung ini.

Di usianya yang sudah terbilang tidak muda lagi, Tri masih nampak awet muda. Tugasnya sebagai Wakapolres membuat dirinya harus bisa bijaksana, dan merangkul anak buahnya agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Semenjak menjadi Wakapolres ia mengaku waktu untuk berkumpul dengan keluarga berkurang.

Namun sebisa mungkin dirinya masih menyempatkan untuk mengajak sang buat hatinya yang masih berumur 10 tahun untuk bermain. Padatnya agenda kerja tidak pernah membuatnya lupa dengan statusnya sebagai seorang ibu sekaligus seorang isteri.

"Keluarga tidak protes karena suami juga kebetulan satu profesi dan sangat mendukung. Begitu juga dengan anak dia tahu kerjaan saya seperti apa. Karena berbicara keluarga tentu menjadi penyemangat saya dalam bertugas apalagi saat Lebaran betul betul harinya harinya habis di lapangan," ucap ibu dari Kanya Anindya Fadillah ini.

Tahun 2016 ini sepertinya jabatan Wakapolres masih betah di pundaknya. Ia terkejut ketika mendapatkan tugas baru untuk mendampingi Kapolres Bandung, AKBP M. Nazly Harahap. Ditanya soal lebih nyaman saat bertugas di Sumedang atau Soreang, dirinya menegaskan kedua wilayah tersebut sangat nyaman, hanya saja untuk Polres Bandung ritme kerja yang jalani lebih meningkat.

"Kaget juga bisa dua kali menjabat Wakapolres kalau senang semua pekerjaan saya akan jalani dengan senang hati, kalau nyaman kedua wilayah yang pernah saya tempati juga nyaman. Setiap pekerjaan memiliki risiko tertentu, untuk kali ini ritme kerja di Polres Bandung berbeda dengan tempat saya sebelumnya," tutur Tri yang sebelumnya pernah bertugas di Biro SDM Polda Jabar dua tahun lalu.

Sosok ramah dan sifat keibuan yang ia miliki membuat dirinya bisa 'mengasuh' anak buahnya untuk bisa bekerja lebih baik dan memberikan dorongan motivasi kepada anggotanya agar bekerja lebih baik. Hal itu merupakan wujud dari kepedulian dirinya kepada jajarannya khususnya kepada para polwan agar bisa mengejar cita-cita yang diharapkan.

"Kalau berat tidaknya balik ke diri masing-masing semuanya sama tugasnya. Sanggup atau tidak saya harus maksimal, saya harus bisa memberikan motivasi dan itu hal yang tidak terbayangkan harus jadi contoh untuk anak buah saya, di sini perlu telaten dan perlu kesabaran," kata dia.

Ia berpesan kepada seluruh Polwan, khususnya yang berada di Polres Bandung, harus bisa menjadi ujung tombak dari Polri bukan sebagai pemanis di tubuh kepolisian. Pembuktian dirinya sebagi Wakapolres wanita satu-satunya di Jawa Barat, diharapkan bisa menjadi contoh oleh para Polwan yang bertugas di wilayah Jawa Barat pada umumnya, dan khususnya bagi para Polwan di wilayah hukum Polres Bandung.

Ditanya soal cita-cita apa yang ingin dicapainya ke depan, pemilik akun Instagram tries_endon ini menjawab dengan singkat, "Saya target sekarang mudah-mudah kalau ada kesempatan ngejar AKBP." Semangat, Bu Tri!


(rni/rni)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed