DetikNews
Rabu 11 Nov 2015, 15:21 WIB

Ellena, 'Pencuci Otak' untuk Perubahan dari Lombok Timur

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Ellena, Pencuci Otak untuk Perubahan dari Lombok Timur Ellena saat berbagi cerita di acara KSAN 2015 (Foto: Wisnu Prasetiyo/detikcom)
Jakarta - Namanya Ellena Khusnul Rahmawati, perempuan inspiratif yang berjuang untuk melestarikan penyediaan air bersih di wilayah Lombok Timur, NTB. Dia berhasil mendorong para pemangku kepentingan di NTB untuk terlibat dalam mempercepat pembangunan sanitasi dan air minum.

"Bagi kami masalah sanitasi dan air bersih harus menjadi gerakan tidak hanya terbatas kontrak hitam di atas putih. Kita harus bergerak dengan semua elemen dan pemangku kepentingan. Kami menyebut gerakan kami cuci otak untuk sebuah perubahan," kata Ellena di acaranya Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) V tahun 2015, di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (11/11/2015).

Ellena yang juga ketua Yayasan Masyarakat Peduli Nusa Tenggara Barat, sebuah LSM yang berpusat di Selong, Lombok Timur, mengaku sering mengumpulkan orang-orang untuk diberi penyuluhan soal pentingnya menjaga ketesediaan air bersih.

"Kami mengumpulkan banyak orang di sebuah workshop, sama dengan apa yang saya lakukan di sini. Melemparkan pertanyaan yang bermakna renungan," ucapnya.

Keterlibatan Ellena dalam aksi positif ini dilatarbelakangi oleh kegelisahannya ketika melihat masyarakat di sebuah desa di Lombok Timur, yang harus menempuh jarak berkilo-kilometer untuk mengakses air bersih. Sekali mereka berangkat untuk mengangkut, paling banyak hanya mendapatkan 2 ember atau tong air bersih.

"Saya melihat kondisi geografis di NTB khususnya Lombok Timur tepatnya Desa Beriri Jarak dan Desa Kembang Kerang Daya yang sangat sulit sumber air membuat mereka harus berjalan jauh untuk mengakses sedikit air, hal ini membuat saya gelisah dan menginginkan adanya solusi dari kegelisahan tersebut. Mereka hanya mendapatkan air bersih sedikit tapi effortnya luar biasa besar," bebernya.


Faktor kunci dari gerakan yang digagas oleh Ellena ini sangat bertumpu dengan faktor komunikasi, utamanya terhadap para pimpinan daerah dan pemangku kepentingan lain. Untuk mewujudkan hal tersebut, Ellena menularkan virus-virus positifnya dengan melakukan sosialisasi kepada khalayak ramai.

"Strategi yang kami lakukan adalah berkaitan dengan komunikasi. Kami mengumpulkan seluruh fakta dan kondisi terkait sanitasi air, mengidentifikasi seluruh pelaku mulai dari tingkat pusat hingga desa yang berpotensi untuk ikut dalam penyelesaian isu sanitasi ini," ucap Ellena.

Ellena dan tim juga pernah melakukan sosialisasi di depan seluruh kepala desa wilayah Lombok Timur. Mereka memberikan pemahaman kepada warga pentingnya membangun sanitasi air.

"Kami pernah membuat pertemuan dengan seluruh kepala desa di Lombok Timur dan berusaha mencuci otak mereka untuk mewakafkan hati mereka untuk bermitra dengan setulus tulusnya, membangun sanitasi air," katanya.

Ellena (kerudung ungu)/dok panitia

Usaha yang dilakukan oleh Ellena telah membuahkan hasil yang signifikan. Sejauh ini, 7 kabupaten dan kota sudah bisa merasakan dampak dari usaha Ellena. Mereka bergabung dan mengikuti gerakan pembangunan sanitasi ini, dengan harapan usaha ini akan terus berdampak luas kepada masyarakat Indonesia.

"Gerakan cuci otak dari kami alhamdulillah telah mengajak 7 kabupaten kota di Lombok Timur untuk mengikuti gerakan kami. Kami selalu membungkus gerakan kami dengan nilai-nilai spiritualitas, tidak hanya Islam," ujar Ellena.
(slm/nrl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed