16 Tahun Blusukan di Tual, Robo Rahanyamtel Jadi Penyuluh Teladan

16 Tahun Blusukan di Tual, Robo Rahanyamtel Jadi Penyuluh Teladan

Hardani Triyoga - detikNews
Jumat, 15 Agu 2014 15:36 WIB
16 Tahun Blusukan di Tual, Robo Rahanyamtel Jadi Penyuluh Teladan
Robo Rahanyamtel (38), penyuluh kesehatan teladan ini tak lelah 16 tahun blusukan menjelaskan kesehatan lingkungan.
Jakarta - Enam belas tahun Robo Rahanyamtel (38) blusukan di kota kelahirannya, Tual, Maluku. Tak jarang Robo berjalan kaki berkilo-kilometer jauhnya demi memberikan penjelasan segamblang-gamblangnya, tentang menjaga kesehatan lingkungan. Lelahnya itu diganjar menjadi penyuluh kesehatan lingkungan teladan mewakili Kota Tual.

"Jalan kaki berkilo-kilometer sampai kaki sakit nggak masalah asalkan pikiran kita disambungkan ke ratusan orang. Mereka bisa mendengar, mematuhi, ini jadi kepuasan tersendiri. Karena ini buat mereka dan kepentingan kesehatan mereka. Kalau nggak mulai dari lingkungan, bagaimana mau sehat kita," ujar Robo di Gedung Nusantara III, DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

Ayah dua anak ini mengatakan berbagai kendala selalu dihadapinya dalam mengurus kesehatan lingkungan. Diakuinya, kalau mengurus kebersihan lingkungan tidaklah mudah. Adanya perbedaan pikiran dalam setiap warga di Kota Tual mempengaruhi kesulitan dalam sosialisasi. Dia mengaku dalam satu kali sosialisasi minimal mesti menjelaskan di depan massa yang jumlahnya minimal 100 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita kan di sini bersifat preventif atau mencegah. Nah, tahunya warga itu kan lingkungan buat tinggal. Mereka belum ngerti lingkungan itu jadi pangkal kesehatan," sebut jebolan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hassanudin tersebut.

Robo menjelaskan upaya-upaya yang dilakukannya adalah dengan melakukan sosialisasi ke setiap rumah warga. Dia pun tidak sungkan untuk menghampiri setiap puskesmas di kotanya untuk melakukan penyuluhan.

Dia pun berharap agar secara provinsi, Maluku bisa bersanding dengan provinsi lain untuk kebersihan lingkungan. Jika dibandingkan dengan provinsi lain, Robo yakin kalau tanah kelahirannya bisa bersaing untuk masalah kebersihan. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan pun menurutnya harus lebih aktif berkomunikasi soal penyuluhan kebersihan lingkungan di luar Pulau Jawa.

"Ini semua bertahap, tapi kalau pemerintah pusat dan daerah saling sinergi, masyarakat daerah pun terkena dampak positif. Semoga ini terus berlanjut dan dilakukan lebih aktif lagi," kata dia.

(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads