"Jalan kaki berkilo-kilometer sampai kaki sakit nggak masalah asalkan pikiran kita disambungkan ke ratusan orang. Mereka bisa mendengar, mematuhi, ini jadi kepuasan tersendiri. Karena ini buat mereka dan kepentingan kesehatan mereka. Kalau nggak mulai dari lingkungan, bagaimana mau sehat kita," ujar Robo di Gedung Nusantara III, DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).
Ayah dua anak ini mengatakan berbagai kendala selalu dihadapinya dalam mengurus kesehatan lingkungan. Diakuinya, kalau mengurus kebersihan lingkungan tidaklah mudah. Adanya perbedaan pikiran dalam setiap warga di Kota Tual mempengaruhi kesulitan dalam sosialisasi. Dia mengaku dalam satu kali sosialisasi minimal mesti menjelaskan di depan massa yang jumlahnya minimal 100 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Robo menjelaskan upaya-upaya yang dilakukannya adalah dengan melakukan sosialisasi ke setiap rumah warga. Dia pun tidak sungkan untuk menghampiri setiap puskesmas di kotanya untuk melakukan penyuluhan.
Dia pun berharap agar secara provinsi, Maluku bisa bersanding dengan provinsi lain untuk kebersihan lingkungan. Jika dibandingkan dengan provinsi lain, Robo yakin kalau tanah kelahirannya bisa bersaing untuk masalah kebersihan. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan pun menurutnya harus lebih aktif berkomunikasi soal penyuluhan kebersihan lingkungan di luar Pulau Jawa.
"Ini semua bertahap, tapi kalau pemerintah pusat dan daerah saling sinergi, masyarakat daerah pun terkena dampak positif. Semoga ini terus berlanjut dan dilakukan lebih aktif lagi," kata dia.
(nwk/nrl)











































