"Ini penghargaan DAN IV BKC (Bandung Karate Club-red)," jelas Agus, Selasa (1/7/2014).
Anugerah DAN IV karate ini diberikan atas apa yang telah dilakukan Agus selam ini dalam perjuangan pemberantasan korupsi dan pencucian uang. Sebelumnya, Agus memang menekuni sejumlah bela diri, dan karate salah satunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 20 Juni malam, Agus ke Bandung. Ada tradisi yang dia lakukan sebelum mendapat gelar DAN IV Karate itu. Agus mesti berjalan 10 Km, dan jalan kaki itu dia lakoni sejak pukul 21.00-22.30 WIB.
"Lalu esok paginya (Sabtu) di depan peserta Gashuku ke 41 yang diikuti 1000-an anggota BKC dari 33 Provinsi saya diminta push-up, sit-up, skot-jump, lompat dari posisi duduk karate lalu lompat posisi jongkok," jelas Agus.
Menurut Agus, upacara penganugerahaan sabuk hitam ini juga dilakukan dengan tradisi BKC yaitu atraksi percaya kepada guru besar. Agus diminta menggigit buah apel, dan apel itu dibelah dengan pukulan tombak sepanjang 2 meter sang guru besar Kang Iwa.
"Ngeri juga pas tombaknya diputar-putar di depan wajah saya, tapi saya percaya, walaupun usia Kang Iwa sudah 70 tahun, tapi Kang Iwa adalah Sang Master! Dan craaaak apel-pun terbelah. Dan Kang Iwa melingkarkan Sabuk Hitam Dan IV ke pinggang saya," jelas Agus.
"Gelar ini diberikan kepada saya dan PPATK yang dianggap sebahgai Pendekar Pemberantas Korupsi dan Pencucian Uang," tutup dia.
Selamat ya Pak Agus, ciat ciat!
(ndr/mad)











































