"Selain itu televisi Channel 5 Euro Produzione juga akan menayangkan cuplikan perjalanan kisah hidup Brian," kata ayah Brian, Gidion Hindarto, dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (12/6/2014).
Tahun 2009 silam Brian telah memecahkan rekor dunia Guinness World Records (GWR) di Bali. Selanjutnya pada Desember 2012 GWR kembali mengundang Brian ke Beijing China untuk memecahkan rekornya. Saat itu ia ditantang dua orang pakar memori dunia, Guan Mu Lin dan Boris Nikolai Konrad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu Brian yang masih berusia 15 tahun mendapat rekorβMengingat 76 angka dalam 1 menitβ. Sebelumnya di 2010 Brian kembali menorehkan rekor dunia GUINNESS WORLD RECORDS βMengingat 216 digit angka binari dalam 1 menitβ di Palembang, Sumatera Selatan. Di tahun 2011 Brian meraih rekor dunia ketiga RECORD HOLDERS REPUBLIC di Jakarta dengan βMengingat 90 angka secara urut, terbalik maupun acakβ.
Di tahun 2011 pula di WMC China, Brian bertanding dengan 120 atlet memori dari 20 negara, sukses mengharumkan nama bangsa, sebagai atlet pertama Indonesia yang memperoleh medali di ajang bergengsi tersebut sekaligus terpilih mendapat penghargaan dari Profesor Tonny Buzan, pakar MindMap, masuk Top 10 Junior.
Prestasi dunia yang telah Brian pegang selama 5 tahun ini belum dapat dipatahkan oleh siapapun. Tahun 2014 ini Brian kembali ditantang untuk mempertahankan rekornya.
Remaja yang menjalani pendidikan homeschooling ini bahkan sudah memiliki target di tahun 2015. Tiga di antaranya, menerbitkan buku komik tema misteri yang diterbitkan oleh Re:ON, menjadi konsultan karakter bagi anak-anak remaja dan menjadi pembicara seminar untuk para orangtua dan para remaja di Indonesia tentang potensi, minat dan bakat anak.
Semoga sukses, Brian!
ο»Ώ
(rna/nwk)











































