Perjuangan Noor Tagouri Ingin Jadi Penyiar Berita Berhijab Pertama di AS

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Jumat, 17 Jan 2014 10:56 WIB
(Dok Facebook Noor Tagouri)
Jakarta - Noor Tagouri (19) sudah mengetahui mimpinya sejak berusia 8 tahun usai menonton Oprah Winfrey Show. Saat itu dia langsung menetapkan cita-cita: menjadi penyiar berita di media nasional AS. Belakangan saat berhijab, tekadnya makin jelas, menjadi penyiar berita pertama yang berhijab di AS.

Lahir dan besar di Kota Bowie, Marryland, AS, Noor dilahirkan dari pasangan imigran Libya. Noor memakai hijab setelah masuk sekolah Islam sekitar 5 atau 6 tahun lalu.

"Sebelumnya saya tak pernah terpikir untuk memakai hijab. Dan berpikir bahwa dengan hijab ini jangan dijadikan halangan (menjadi penyiar berita). Saya justru ingin menjadi penyiar berita pertama yang mengenakan hijab," demikian kata Noor di pusat kebudayaan AS, @america, Pacific Place, Kamis (16/1/2014) malam.

Saat sudah menentukan mimpinya, Noor menggapainya dengan belajar keras, mengirimkan puluhan lamaran beasiswa hingga magang ke stasiun radio dan TV di AS. Hasilnya, saat awal SMA dirinya masuk ke kelas percepatan persiapan kuliah selama 2 tahun di Prince George Community College dan berhasil memecahkan rekor lulusan termuda, 18 tahun, dalam sejarah dengan indeks prestasi kumulatif sempurna, 4.

Atas prestasinya ini, dia berhasil menerima beasiswa untuk melanjutkan studinya ke Universitas Marryland mengambil bidang jurnalisme penyiaran dan pembangunan internasional dan manajemen konflik dan mentargetkan lulus dalam 2 tahun saja saat usianya 20 tahun. Di kampus, Noor tak hanya belajar, melainkan juga menjadi tutor matematika, aktif dalam pers kampus, menjadi humas Asosiasi Mahasiswa Muslim, mendirikan klub di bidang lingkungan, memberikan seminar tentang hijab, menjadi aktivis anti perdagangan manusia dan sebagainya. Tak lupa, selama masa kuliah dia mengirimkan lamaran ke
beberapa stasiun radio dan TV berita.

Hasilnya, dia diterima magang di stasiun radio musik di Washington DC, stasiun TV berita ABC di kota yang sama, CBS dan WUSA9. Saat magang di stasiun TV ABC,dia berpose di meja presenter berita dan memotretnya, mengunggahnya ke media sosial, Facebook. Di bawah foto itu dia menuliskan:

Ini adalah foto impian saya. Menjadi pembaca berita muslim berhijab pertama di televisi Amerika. Ini adalah apa yang saya ingin kan di masa depan, Insya Allah. Untuk kalian yang tahu saya sejak lama, kalian tahu bahwa ini yang saya inginkan bertahun-tahun! Sejak saya kecil! Dan inilah yang sedang saya kerjakan menuju ke sana. Jadi, terima kasih kepada semua teman dan keluarga yang mendukung saya. Saya sangat menghargai kalian.

Tak dinyana postingan itu mendapat ribuan 'Like' dan banyak dukungan. Dia juga bertemu dengan Anderson Cooper,
penyiar berita terkenal CNN. Saat itu Noor mengungkapkan keinginannya menjadi penyiar berita dan tak segan-segan memberikan CV kepada Anderson. Desember 2012, dia membuat gerakan di Twitter bertagar #LetNoorShine dan membagi impiannya dengan pengikutnya serta membentuk komunitas.

Ketika ditanya apakah dirinya selama magang dan kuliah mengalami diskriminasi karena menjadi perempuan, muslim dan berhijab yang merupakan kombinasi sempurna untuk minoritas? "Tantangan paling berat yang saya hadapi bukanlah diskriminasi, melainkan orang-orang yang mengatakan bahwa 'Kamu tak mungkin bisa meraih mimpi itu'," jawab Noor diplomatis.

Dirinya mengaku tak mengalami diskriminasi selama tumbuh dan besar di AS. Ketika ditanya bagaimana tumbuh menjadi seorang muslimah di AS yang dasarnya adalah Yahudi-Kristen, Noor mengatakan bahwa baik Islam, Kristen dan Yahudi memiliki nilai-nilai yang sama. Noor lebih suka melihat kesamaan nilai ini daripada perbedaannya.

"Akhirnya ya lakumdinukumwaliyaddiin. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Amerika sangat menjamin kebebasan beragama kok," tutur dia.

Salah satu cara agar dia bisa bertahan di benua yang multikultur itu adalah memiliki pikiran terbuka dan mengenyahkan segala prasangka buruk.

"Hal paling penting dan besar dalam mengerti orang adalah berpikiran terbuka dan belajar mendengarkan," tutur perempuan cantik yang tinggi semampai ini.

Dia juga percaya pada hukum tarik menarik alias 'law of attraction'. Baginya dalam mengejar mimpi, menyerah bukanlah pilihan. "Saya percaya law of attraction. Bila kamu sangat menginginkan sesuatu, percaya pada dirimu sendiri dulu. Semesta akan membalas hasratmu," ujar Noor.

Good luck Noor!

(nwk/mad)