Kala Ketua KPK Abraham Samad Mendongeng di Depan Bocah-bocah TK

Kala Ketua KPK Abraham Samad Mendongeng di Depan Bocah-bocah TK

- detikNews
Senin, 19 Nov 2012 15:28 WIB
Kala Ketua KPK Abraham Samad Mendongeng di Depan Bocah-bocah TK
Abraham Samad mendongeng (Foto: Rina/detikcom)
Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad garang ketika berhadapan dengan koruptor. Bicaranya pun ceplas-ceplos. Namun pria asal Makassar, Sulawesi Selatan itu ternyata bisa juga merebut hati anak-anak dengan mendongeng.

Pantauan detikcom, Abraham Samad mendongeng saat peluncuran buku dongeng antikorupsi yang dikeluarkan KPK, 'Tunas Integritas' di Indonesia Book Fair 2012 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2012).

Ada sekitar 17 murid TK Pembina berumur sekitar 5 tahun yang duduk di panggung, di depan Abraham Samad yang mengenakan kemeja lengan panjang bergaris-garis warna biru, yang didobeli kaos warna hijau terang dan kuning dari panitia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abraham membuka buku dongeng, membacakan cerita berjudul 'Bimo Hati-hati'.

"Dengerin ya, Kakak Om Abraham mau cerita. Kalian udah makan tidak?" tanya Abraham pada anak-anak itu yang disambut dengan 'Sudah'.

"Udah belajar tidak? Kali ini Kakak Om Abraham mau bercerita mengenai Bimo," tutur Abraham.

Beberapa kali Abraham berinteraksi dengan anak-anak TK itu. "Kalian sudah ada yang pernah pergi ke sungai?" tanya Abraham lagi.

Ketika ada yang mengaku sudah pernah, Abraham pun bertanya kembali. "Ngapain ke sungai?" tanya dia. "Memancing," jawab seorang anak.

Respons bocah-bocah TK itu, ada yang diam mendengarkan, antusias dan bersemangat, menguap hingga menoleh kanan-kiri tak bisa diam. Akhirnya, setelah 10 menit berselang, Abraham kelar mendongeng.

Buku dongeng antikorupsi 'Tunas Integritas' itu ada 6 seri. Keenam seri dongeng itu berjudul 'Wuush', 'Byur', 'Ungu Di Mana Kamu', 'Ya Ampun!', 'Ini Itu' dan 'Hujan Warna Warni'. Buku ini dibagikan gratis, kepada sekolah-sekolah dan mahasiswa ilmu keguruan.

"Boleh difoto kopi, tapi nggak boleh dijual," kata Abraham.

(nwk/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads