Glenn Marsalim dan Mimpi Pejalan Kaki di Jakarta

Glenn Marsalim dan Mimpi Pejalan Kaki di Jakarta

- detikNews
Jumat, 27 Jan 2012 08:48 WIB
Glenn Marsalim dan Mimpi Pejalan Kaki di Jakarta
Jakarta - Trotoar lebar, nyaman dan tanpa gangguan. Sesama pengguna jalan saling menghormati. Udara bersih. Itulah trotoar dan kondisi impian para pejalan kaki, utamanya di kota besar. Dengan latar belakang itulah, Glenn Marsalim mendirikan gerakan @JalanKaki.

Glenn, seorang pekerja lepas di bidang kreatif mendirikan gerakan @JalanKaki itu bersama pakar tata kota, Marco Kusumawijaya, pada November 2011 lalu. Ide mulai disebarkan dari sosial media melalui akun twitter @jalankaki serta blog jalankakijakarta.wordpress.com.

Melalui blog Jalan Kaki Jakarta itu, Glenn dan Marco menyatakan betapa 'iri'-nya mereka pada Singapura, di mana jalan kaki terasa nyaman, manusiawi dan beradab. Trotoar yang lebar, pohon-pohon di sepanjang jalan serta taman-taman kota yang bisa memanjakan mata membuat pejalan kaki merasa dihargai.

"Ini gerakan yang di dalamnya ada komunitas jalan kaki. Mulai pada November 2011. Baru 2 bulan lebih. Tidak mengira partisipasi dan sambutannya sebaik ini," jelas Glenn Marsalim ketika berbincang dengan detikcom, Kamis (26/1/2012).

Glenn ingin akun @jalankaki ini menjadi milik bersama, menjadi tempat berkomunikasi warga Ibukota yang gemar berjalan kaki serta seabrek permasalahannya. Bila ada solusi, sebisa mungkin dilakukan bersama-sama.

"Kita ingin akun @jalankaki jadi milik bersama, keinginan bersama, komunikasinya memang begitu. Bila ada akomodasi berkumpul bersama, membicarakan langkah yang bisa kita sama-sama lakukan," jelas pemilik akun twitter @glennmars ini.

Masalah di Jakarta yang Glenn temui, selain masalah cuaca Jakarta yang panas dan penuh debu, juga orang-orang yang malas berjalan kaki.

"Bahkan dari Plaza Indonesia ke Grand Indonesia saja naik mobil. Terus saya mikir, kalau semakin banyak orang yang nggak berjalan kaki, trotoarnya nggak ada yang pakai nanti buat apa?" kata Glenn.

Glenn sendiri sebagai pejalan kaki, berusaha sebisa mungkin berjalan kaki bila kesempatan memungkinkan. Utamanya ke lokasi-lokasi yang dekat dengan tempat tinggalnya di kawasan Kuningan, Jakarta.

"Saya kan tinggal di Kuningan. Kalau mesti ke Buncit untu sebuah meeting dengan berjalan kaki ya nggak mungkin to, sudah basah, keringatan. Saya pilih naik TransJ atau bawa kendaraan sendiri. Tapi kalau hanya ke Setia Budi Building pasti jalan kaki. Banyak pertimbangan bahwa semua orang tidak akan selalu berjalan kaki. Tapi kalau memungkinkan, kenapa nggak berjalan kaki? Lebih enak juga," tutur dia.

Banyak orang enggan berjalan kaki karena berbagai alasan. Mulai dari trotoar yang jelek, penuh debu dan tersengat panas matahari. Namun semua itu selama bisa diatasi, lebih baik berjalan kaki, juga untuk menarik perhatian pemerintah agar memperbaiki fasilitas pedestrian.

"Kita nggak bisa memperbaiki langsung trotoar dalam semalam. Nah supaya trotoar mendapat perhatian, dan kondisinya jadi lebih baik, jalan kaki. Kalau ada polusi kan bisa menutup hidung, kalau panas ya pakai payung," jelasnya.

Apalagi, gangguan pejalan kaki di trotoar mulai dari pemotor hingga pedagang kaki lima. "Ada juga tempat-tempat yang ada trotoar dikasih pot gede, terus jadi melipir-melipir jalannya. PKL juga," tutur Glen.

Oleh karena itu, gerakan @jalankaki ini mencoba mengkampanyekan jalan kaki di twitter dan bekerja sama dengan vendor-vendor. Misalnya memotret aktivitas berjalan kaki, simpan dalam HP atau gadget lainnya. Kemudian hasil fotonya ditunjukkan di cafe atau toko buku, bisa mendapatkan 1 cangkir kopi gratis atau diskon di toko buku.

Gerakan ini sudah disosialisakan melalui blog jalankakijakarta.wordpress.com. Nah, dengan demikian akan semakin banyak orang yang berjalan kaki, sedangkan vendor-vendor bisa berpromosi gratis.

"Ini memberikan apresiasi bagi yang selama ini sudah berjalan kaki. Kalau memperbaiki trotoar rusak, kesannya tinggi sekali. Sayangnya, belum ada brand-brand yang tertarik untuk kerja sama, masih berpikir 'untungnya apa buat gue, berapa banyak retweet yang aku bisa dapat'," papar Glen.

(nwk/vit)


Berita Terkait