Hingga akhirnya muncullah seorang perempuan kecil mungil tapi punya kekuatan empati yang luar biasa terhadap warganya. Dia adalah Bupati Sambas. Juliarti Djuhardi Alwi namanya. Wanita berjilbab ini dikenal warga Camar Bulan sebagai sosok yang baik hati.
"Ya baik. Sejak ada dia, kita minta ini itu dituruti. Ngerti orangnya gimana kita di sini," ujar seorang warga, Reni (35), saat ditemui detikcom di lokasi, Sabtu (7/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dulu jauh sekali kondisinya," jelasnya.
Sama seperti Reni, warga lainnya mengaku senang bisa memiliki bupati seperti Juliarti. Padahal Juliarti belum sampai setahun menjabat sebagai Bupati Sambas.
"Syukur alhamdulillah ya. Karena mungkin perempuan lihat kita begini, jadi lebih ngerti," ujar seorang warga.
Menurut salah seorang anggota TNI AD yang enggan disebut namanya, insfrastruktur jalan dari Dermaga Kampung Ceremai dua bulan lalu cukup sulit untuk dilewati.
"Sekarang saja itu sudah mendingan. Dua bulan lalu wah, berat kalau ke sini," ungkapnya.
Juliarti mengaku sempat berkomunikasi dengan sejumlah pengamat ekonomi bagaimana cara untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi rakyatnya di Camar Bulan. Dari pendapat para pakar ekonomi tersebut, prioritas utama tetaplah infrastruktur jalan.
"Tiada lain jalan itu harus dibuka," ucapnya.
Juliarti baru saja dilantik menjadi bupati pada 14 Juni lalu. Wanita yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Sambas ini juga akrab dengan warga. Saat hendak pulang ke Sambas, ia sempat berpamitan dengan sejumlah warga Temajuk yang tengah nongkrong di sebuah warung. Warga menyalami Juliarti dan mencium tangannya.
Menko Kesra Agung Laksono dalam sambutannya di acara peresmian pembangunan desa tertinggal di Temajuk, juga memuji ketangguhan Juliarti. Agung menilai seorang wanita seperti Juliarti sanggup memimpin wilayah perbatasan seperti Camar Bulan adalah sesuatu yang patut diacungi jempol.
(gus/vit)











































