Soal makanan, menteri yang satu ini punya kegemaran. Selain suka menyantap soto kuning, Dahlan juga menggemari mi khas Vietnam, pho. Makanan ini awalnya disantap mantan Dirut PLN ini di luar negeri.
"Ini kan segar, kemudian nggak pakai vetsin. Saya biasanya minta sayurannya ditambah dan panas. Itu kan segar, panas, tidak berlemak," ujar Dahlan saat makan pho bersama sejumlah wartawan di Pacific Place, Jakarta, Senin (2/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku makan mi saja. Pho. Segar, tidak berlemak, tidak terlalu berat. Minya kan tidak terlalu berat, nggak manis," komentar Dahlan sambil menyuap kuah minya.
Dahlan Iskan lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951. Dia menjadi Menteri BUMN sejak 19 Oktober 2011 setelah menggantikan Mustafa Abubakar.
Karirnya dimulai pada 1975 ketika menjadi calon reporter surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur. Setahun kemudian dia menjadi wartawan majalah Tempo. Dia lantas memimpin surat kabar Jawa Pos sejak 1982 hingga sekarang.
Dari wikipedia, Dahlan Iskan lahir dan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Orang tuanya bahkan tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Pria itu akhirnya memilih tanggal 17 Agustus sebagai tanggal lahirnya. Alasannya mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
Pria yang pernah melakukan operasi cangkok hati di China ini selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur perusahaan 2 pembangkit listrik swasta. Perusahaan itu adalah PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
(vit/asy)











































