Sigit Darmawan, Sang Pramudi Terbaik TransJ

Sigit Darmawan, Sang Pramudi Terbaik TransJ

- detikNews
Rabu, 28 Des 2011 18:35 WIB
Sigit Darmawan, Sang Pramudi Terbaik TransJ
Jakarta - Sudah tiga tahun Sigit Hartoyo Darmawan menjadi pramudi bus TransJakarta. Dia berusaha bekerja sebaik-baiknya saat shift normal ataupun shift panjang. Karena pengabdian dan kinerjanya, Sigit pun diganjar penghargaan sebagai pramudi TransJ terbaik.

Sigit tidak pernah menyangka dirinya bakal menjadi pramudi terbaik. Karena tujuan dia bekerja bukanlah mencari penghargaan. Baginya bisa mengemudi bus dengan baik sehingga penumpang aman dan nyaman sudah menjadi prestasi besar.

"Mungkin karena saya belum pernah Laka, saya juga nggak pernah libur, sama pengendali dan atasan nggak pernah bantah, mungkin itu," ujar Sigit ketika ditanya mengapa dia dinobatkan sebagai pramudi terbaik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan dia usai acara peluncuran Busway Koridor XI dan Park and Ride Ragunan di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2011).

Sebelum mendapat penghargaan, Sigit mengaku ditelepon Kabag dan diminta menghadap. Ketika menghadap atasan, suasananya terasa tegang sehingga Sigit seolah-olah akan dihukum karena bersalah. Tak lama Sigit disuruh datang ke Kantor Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta dan selanjutnya diminta datang ke Kantor wali Kota Jakarta Timur pada pukul 05.00 WIB.

"Dan ternyata dapat penghargaan. Ini suatu anugerah buat saya biar bisa memacu ke depannya bisa lebih baik lagi," ucap Sigit sembari menimang plakat dan amplop berisi uang pembinaan.

Sebelum menjadi pramudi TransJ, ayah dua anak ini adalah sopir truk barang milik perseorangan. Selama setahun dia mengakrabi jalan Jawa - Sumatra dan Jawa Bali sebagai sopir truk. Kemudian pada 2007, Sigit menjajal peruntungan sebagai sopir bus malam jurusan Purworejo - Jakarta.

Namun tak lama kemudian, Sigit mencoba melamar menjadi pramudi bus TransJakarta. Lowongan sebagai pramudi didapatnya dari iklan di surat kabar terbitan Ibukota. Untunglah Sigit mendapatkan pekerjaan itu pada akhir 2008.

"Setelah diterima saya langsung masuk masa orientasi. Awal-awalnya saya hanya menjadi cadangan. Kemudian saya dipercaya memegang satu bus TransJ Koridor VI (Ragunan - Dukuh Atas)," terangnya.

Menjadi pramudi bus TransJ tentu ada suka dan dukanya. Bagi Sigit, sukanya adalah bisa melayani masyarakat dengan baik. Karena suka menyopir, maka Sigit pun sangat menikmati pekerjaannya.

"Dukanya saya prihatin dengan pengguna jalan yang suka menyerobot busway. Saya juga juga stres kalau pagi, jalan suka diserobot sama sepeda motor. Kalau pagi itu saya sarapan baru bisa pukul 10.00 WIB. Karena kalau pagi ramai, nggak enak juga kalau penumpang ramai tapi ditinggal sarapan," tutur pria asal Purworejo, Jawa Tengah ini.

Terkadang Sigit pun miris melihat penumpang yang berlaku seenaknya. Misalnya seorang pria yang enggan memberikan tempat duduk untuk seorang perempuan hamil. Saat melihat pemandangan itu, Sigit terkadang memarahi penumpang itu.

"Saya juga jarang ketemu keluarga, kangen ingin ketemu anak istri, pulang cuma 3 bulan sekali," lanjutnya.

Sigit berharap ke depannya penumpang bisa berperilaku lebih baik. Dia juga meminta perhatian pemerintah daerah agar lampu JPO diperhatikan. Sebab di beberapa titik dia melihat lampu JPO mati, sehingga dikhawatirkan rawan kejahatan.

"Ke depannya harapannya juga bus TransJ lebih diminati. Kita kerja juga agar bisa dibuat enjoy sehingga bisa memberikan pelayanan lebih baik," ucap Sigit.

Setelah ini mau melakukan apa? "Saya mau pulang, anak saya yang kecil mau ulang tahun tanggal 31 nanti. Minta kado sepatu bola dan jam tangan. Saya udah izin Kabag, dikasih libur 3 hari. Saya yang minta 3 hari saja," kata Sigit sambil menyungging senyum.

(vit/gah)


Berita Terkait