Namun ada hal yang berbeda saat detikcom menyambangi taman Monas bagian selatan itu. Pria paruh baya yang dulu setia menjaga kandang rusa itu kini susah ditemui.
Dasuki namanya. Pria asli Malang, Jawa Timur yang biasa ditemui di depan kandang burung merpati pos kini tak lagi duduk-duduk santai di sana. Lalu di mana dia?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ah, rupanya ia mengenakan jaket di tengah teriknya matahari siang hari ini. Sementara kepalanya ditutup dengan tudung jaket sehingga tak terlalu kelihatan sosok tubuhnya yang gempal.
"Iya Mbak, habis dari kemarin saya dikejar-kejar wartawan. Orang-orang Dinas juga pada cariin saya. Ya sekarang saya pakai jaket biar enggak kelihatan," canda Dasuki.
Dasuki mengaku tak percaya dengan kehebohan dan antusias masyarakat akan rusa-rusa Monas yang kehausan. Namun ia bersyukur kini pemerintah DKI Jakarta menaruh perhatian yang besar akan keberlangsungan 61 rusa itu.
Pria beranak 5 ini juga mengaku sempat ditegur oleh pimpinannya akibat ramainya berita tersebut. Namun ia tak mempermaslahkannya. Menurutnya yang penting rusa-rusa itu diperhatikan dan dipelihara.
"Saya hanya berbicara fakta. Lha wong saya dan kawan-kawan yang di lapangan yang jauh lebih mengerti nasib rusa-rusa itu," ujar pria yang sehari-hari menyapu Taman Monas itu.
Pria tamatan SD ini mengaku digaji Dinas Pertamanan DKI Jakarta Rp 1 juta per bulan. Ia pun mengaku senang bekerja di sana.
"Saya suka kerja di sini," ucapnya sambil bertutur ia paling suka menyapu Monas pukul 01.00-04.00 WIB. Menurutnya di dini hari itu udara Jakarta masih segar sehingga sehat untuk dihirup.
Kini, sudah ada beberapa ekor rusa yang dibawa ke Taman Margasatwa Ragunan. Di sana mereka akan diperiksa kesehatannya dan dipelihara lebih baik lagi.
"Saya sekarang tak mau terlalu urus rusa-rusa itu. Biar orang Dinas yang urus, itu kan tanggung jawab mereka. Saya hanya mengawasi dari jauh," tuturnya yang juga meminta agar pemerintah daerah terus memperhatikan rusa-rusa ini.
(feb/vit)











































