"Dulu sebelum menjadi pejabat di Jakarta saya suka mudik nyopir sendiri dari Yogya ke Madura. Biasanya saya mudik tiga hari sebelum lebaran," tutur Mahfud kepada detikcom, Minggu (28/8/2011).
"Ada kenikmatan tersendiri jika pergi mudik bersama isteri dan anak sementara saya nyopir. Kami bisa berceloteh ringan, menyanyi di mobil bersama-sama, berbuka atau makan-makan di pinggir jalan. Wah, itu sangat nikmat dan sungguh indah kalau dikenang," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebaran tahun 2011 ini saya bolak-balik ke berbagai tempat. Pada hari H Idul Fitri saya menjadi khatib salat hari raya di UIN Yogya. Begitu selesai salat saya langsung terbang ke Jakarta untuk halal bihalal dengan Presiden, kemudian ke Wapres, kemudian ke keluarga Gus Dur di Ciganjur," jelas menteri pertahanan era Gus Dur ini.
Setelah sibuk di Jakarta, mantan politisi PKB ini akan pulang kampung ke Madura dan Jember untuk silaturahmi. Pada tanggal 5 September, Mahfud akan menggelar halal bihalal di MK dan langsung berangkat umroh ke Arab Saudi.
"Biasanya saya umroh awal Ramadan, tapi tahun ini tertunda sebulan karena kemarin penuh dengan acara-acara di MK," sambungnya.
Bagi Mahfud, mudik adalah ritual yang sangat menyenangkan. Ada semacam kenikmatan spiritual di dalam kegiatan tahunan itu.
Karenanya, apa pun kesibukan di depan mata, dia pasti akan selalu menyempatkan mudik lebaran. Selain untuk bersilaturahmi, Mahfud bisa melepaskan penat dari kesibukan di Jakarta.
"Ada yang sinis mengatakan bahwa mudik itu pemborosan, seharusnya uang mudik ditabung untuk keperluan ekonomi yang lebih penting. Tapi saya tolak pandangan itu. Bagi saya kenikmatan mudik lebaran itu jauh lebih berharga daripada sekadar mempertahankan tingkat tabungan," urainya.
"Makanya, apa pun kesibukan di depan mata, saya sempatkan mudik lebaran. Di sana bisa ketemu teman-teman sekolah waktu kecil, bisa bernostalgia, berceloteh tanpa polusi politik, tertawa-tawa lepas. Sungguh nikmat mudik lebaran, lebih-lebih sambil menyantap kue-kue buatan ibu yang dulu selalu dinikmati ketika kecil. Sungguh mengharukan dan membahagiakan," kenangnya.
(mad/nrl)











































