Sebagai satu-satunya calon dari kaum Hawa, Egi mendapat apresiasi cukup tinggi dari anggota pansel. Wanita yang bekerja sebagai konsultan independen ini bahkan disebut sebagai 'mama reptil' untuk menghadapi 'buaya' yang korup.
"Untuk menghadapi para 'buaya-buaya' itu harus dengan 'mama reptil'," kata anggota pansel Rhenald Kasali saat membuka pertanyaan wawancara pansel KPK di Gedung Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Kuningan Jaksel, Senin (15/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Pansel KPK Patrialis Akbar juga tak segan memuji Egi. Dia menghargai keberanian wanita yang pernah bekerja di BPKP tersebut untuk maju.
"Saya pesan Anda supaya jaga kesehatan karena sebagai satu-satunya wanita," ujar Patrialis.
Nah, bagaimana Egi menanggapi sanjungan itu? Dengan lugas, wanita yang pernah studi di Australia ini menjawab semua keraguan anggota pansel.
Khusus menyangkut keberanian, dia mengaku siap menghadapi semua risiko yang dihadapi. Bahkan jika maut risikonya.
"Itu udah biasa. Saya udah lama kerja di bawah pressure," ucapnya.
"Saat mendaftarkan diri saya sudah berkonsultasi dengan suami saya. Dia setuju dan mendukung saya dengan apa pun risikonya," ucap Egi yang tampil dengan setelan hitam ini.
(mad/aan)











































