"Mencapai keluarga sakinah itu kan tidak mudah. Banyak tahapan dan ujian yang mesti dilewati, yaitu pertengkaran suami dan istri, cara mendidik anak yang baik ya," ujar Ahmad Mubarok di Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2011).
Apalagi zaman sekarang, imbuh Mubarok, teknologi sudah masuk di ruang keluarga sehingga menambah berat pekerjaan rumah tangga zaman sekarang. "Karena harus menyaring informasi yang masuk," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena tujuan akhir keluarga sakinah adalah untuk membentuk keturunan-keturunan yang baik," imbuhnya.
Kalau Bapak sudah merasa menjadi kepala keluarga yang sakinah?
"Kalau saya mengaku itu jatuhnya subyektif. Tetapi saya sudah 8 tahun ini ditunjuk untuk menjadi juri dalam pemilihan keluarga sakinah. Ya masa hakim keluarga sakinah keluarganya sendiri nggak sakinah," jawab Mubarok.
(nwk/rdf)










































