Mata kuliah yang akan diajarkan oleh bapak dua anak ini adalah Statistika dan Informasi Birokrasi. Studi tersebut berada di bawah Jurusan Bisnis dan Ilmu Kemanusiaan.
"Jadi hal-hal yang menyangkut korupsi itu disebut kemanusiaan. Ini penting dalam pengembangan kemanusiaan," kata Jasin saat berbincang dengan detikcom, Minggu (24/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedang diurus guru besarnya," kata Jasin yang kini sedang kuliah S2 Hukum Pidana Unpad ini.
Selama mengajar, Jasin tidak akan menetap di Bandung. Pria yang gemar mengenakan peci akan tetap tinggal di Bintaro sambil mengurusi dua anaknya.
"Selama ada travel saya akan tetap mondar-mandir," ungkapnya sambil tertawa santai.
M Jasin menyelesaikan pendidikan sarjana jurusan Administrasi Negara di Universitas Brawijaya Malang pada 1984. Lima tahun kemudian, Mochamad Jasin berhasil merampungkan gelar master bidang Business Management di Technological University of The Philippines, Manila. Gelar doktor di bidang yang sama diraihnya dari Universitas Adamson, Manila, Filipina.
Jasin memulai karier sebagai staf Departemen Perindustrian. Kariernya terus berlanjut hingga menduduki posisi Pembantu Asisten pada Asmenko IV bidang pengembangan wilayah kantor Menteri Koordinator bidang Produksi dan Distribusi. Setelah itu dia menjabat Pembantu Asisten urusan kebijaksanaan pengawasan pembangunan kantor Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan.
Pada 2000, ketika Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) terbentuk, Jasin didapuk menjadi Kepala Biro Perencanaan. Setelah KPKPN dibubarkan dan terbentuk KPK, Jasin hijrah dan menjabat Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara. Sebelum menduduki kursi Wakil Pimpinan KPK bidang pencegahan, Jasin adalah Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK.
(mad/vit)











































