M Rayhan, Si Penjelajah Angkasa Pemburu Nebula

M Rayhan, Si Penjelajah Angkasa Pemburu Nebula

- detikNews
Jumat, 15 Jul 2011 18:36 WIB
M Rayhan, Si Penjelajah Angkasa Pemburu Nebula
Jakarta - Dulu, cerita-cerita tentang luar angkasa selalu menjadi 'dongeng ninabobo' M Rayhan. Tak heran dia pun akrab dengan nama-nama berbagai bintang, planet dan benda-benda langit lainnya. Kini setelah dewasa dia menjadi penjelajah angkasa sembari memburu Nebula.

"Karena sering mendengar dan membaca buku tentang angkasa, saya jadi suka sama astronomi. Hanya saja dulu bacaan saya sangat terbatas. Hingga akhirnya saya bergabung dengan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)," kata Rayhan, Koordinator HAAJ, Jumat (15/7/2011).

Sejak bergabung dengan HAAJ pada 2004, Rayhan begitu girang. Bagaimana tidak, dia bertemu dengan dengan sesama orang yang senang berjuang 'memburu' bintang di tengah langit Jakarta malam yang telah terpapar polusi cahaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bersama beberapa anggota komunitas lainnya, Rayhan bertukar pengetahuan tentang astronomi. Dua pekan sekali komunitas ini menggelar pertemuan rutin. Dalam pertemuan, ada satu orang yang memaparkan materi astronomi. Setelah itu para anggota berdiskusi. Selanjutnya, bila kondisi langit dan cuaca memungkinkan, komunitas ini akan melakukan peneropongan dengan teleskop portable.

Biasanya apa saja yang menjadi objek peneropongan seusai pertemuan dwimingguan? Bervariasi. Misalnya di bulan Juli ini, komunitas itu meneropong penampakan bulan dan planet Saturnus. Untuk diketahui, saat ini, cincin Saturnus bisa teramati cukup lebar karena cincinnya sedang dalam kondisi tidak sejajar dengan Bumi.

Kebanyakan anggota HAAJ adalah anak-anak usia sekolah, dari SD hingga SMA. Meski demikian, anggota umum seperti mahasiswa atau orang-orang bekerja juga ada. Jumlah anggota tidak tetapnya ratusan. Namun jumlah anggota tetapnya hanya puluhan orang. Namun menjadi prestasi yang luar biasa kala komunitas ini bisa bertahan hingga kini.

"Menurut saya kegiatan ini sangat positif. Setidaknya, kegiatan ini bisa menambah teman dan bisa menambah pengetahuan. Kalau ada remaja yang jomblo bisa bermalam mingguan dengan kami, berkencan dengan bintang," ujarnya sambil terkekeh.

Acara bersenang-senang dengan angkasa juga dilakukan Rayhan dan komunitas yang berdiri sejak 1984 ini dengan Star Party. Pesta ini digelar di tempat-tempat yang langitnya tak terpapar polusi cahaya sehingga pesta bintang bisa digelar dengan leluasa, seperti di Puncak Bogor, Bandung maupun di Kepulauan Seribu.

Dari sekian banyak benda langit, apa benda langit yang menjadi favorit? "Banyak benda langit yang jadi favorit saya. Tapi yang paling saya suka adalah Nebula. Nebula adalah tempat lahirnya bintang. Itu seperti rahim bagi bintang. Saya sangat terkesan karena bentuknya yang eksotis dan juga karena melihat nebula itu bagi saya seperti melihat kehidupan baru," tutur pria kelahiran 16 Juli 1988 ini.

Nebula berbentuk seperti kabut, awan antarbintang yang terdiri dari debu, gas, dan plasma. Warnanya pun sangat menarik. Oranye, biru dan merah. Warna biru menunjukkan suhu yang sangat tinggi. Bagi Rayhan, penampakan nebula seperti lukisan artistik yang sangat luar biasa.

Bagi mahasiswa Jurusan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah ini, luar angkasa menyimpan sejuta makna dan memberi jutaan inspirasi. Dengan mendalami hobi astronominya ini, dia mengetahui betapa bintang yang terlihat sangat kecil dari bumi berukuran asli puluhan ribu kali lebih besar.

"Kalau kita lihat alam semesta ini, betapa kecilnya kita. Yang kita ketahui baru sebagian kecil dari alam semesta yang begitu besar. Dengan astronomi bisa menambah pemahaman tentang hidup, tentang di mana kita berada, tentang tempat kita tinggal dan tujuan kita hidup," sambung Rayhan.

Karena manusia yang sedemikian kecil, hampir tidak berpengaruh dengan alam semesta. Karena itu, tidak sepatutnya manusia yang kecil ini merasa sombong lantaran merasa besar dan kuat. Karena di hadapan alam semesta, manusia begitu kecil. Apalagi di depan Sang Pencipta.

"Buat saya ini mendorong kesadaran dan ketaatan pada Tuhan," ucap pria yang juga menjadi pengajar di salah satu sekolah ternama di Ibukota ini.

Karena filosofi itulah, Rayhan berupaya semaksimal mungkin menularkan pengetahuannya tentang astronomi dan tetap mendalami hobinya itu. Bagi narator planetarium Taman Ismail Marzuki ini, ilmu tidak akan ada artinya jika tidak dibagi dengan orang lain. Mau gabung ke HAAJ? Rayhan mempersilakan Anda datang ke Planetarium TIM atau jelajah situsnya, penjelajahangkasa.blogspot.com.

(vit/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads