Dr Bayu Prawira Bermimpi Bawa Kampusnya Masuk 10 Besar Dunia

Dr Bayu Prawira Bermimpi Bawa Kampusnya Masuk 10 Besar Dunia

- detikNews
Selasa, 12 Jul 2011 18:12 WIB
Dr Bayu Prawira Bermimpi Bawa Kampusnya Masuk 10 Besar Dunia
Jakarta - Nama Dr Bayu Prawira Hie banyak dikenal di dunia konsultan bisnis. Sebagai pakar bisnis, dia kerap menjadi pembicara di sejumlah seminar. Kini Bayu dipercaya menjadi rektor Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti. Dia pun bermimpi membawa sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Dari keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (12/7/2011), Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti merupakan satu-satunya sekolah tinggi yang menyandang nama media komunikasi. Bayu bermimpi membawa sekolah ini menjadi pusat ilmu media komunikasi bidang pendidikan paling unggul di Indonesia dan 10 besar di dunia.

ST Media Komunikasi diproyeksikan menjadi pusat pendidikan sumber daya manusia yang menjadi infrastruktur pengembangan pemerataan pembelajaran di Indonesia, melalui media komunikasi digital. Di bawah kepemimpinan Bayu, ST Media Komunikasi Trisakti membuka beasiswa bagi 30 orang untuk tahun 2011. Jumlah beasiswa ini akan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sosok Bayu juga dikenal sebagai Executive Director Intellectual Business Community, Executive Director President Executive Club, dan Chairman Executive Global Network. Tak hanya itu, dia juga dikenal di dunia pendidikan karena mengajar di beberapa universitas.

Bayu memiliki pengalaman mengajar hampir 15 tahun. Antara lain dia mengajar di MM-UI, MM-Pelita Harapan, MM-Binus, MM-Mercu Buana, dan MM-IPMI. Suaranya pun kerap mengudara di radio SmartFM melalui program mingguan di radio SmartFM.

Alumnus Universitas Webster ini sudah lebih dari 5 tahun membahas strategi bisnis dan kesuksesan personal. Program Bayu di SmartFM bertajuk 'Smart Way to the Top'. Tak hanya itu, Bayu juga mempunyai program tetap yang telah berjalan hampir 3 tahun di QTV bernama 'The CEO Reference'. Program ini membahas aplikasi ide-ide Harvard Business Review dalam konteks bisnis di Indonesia.


(vit/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini