Mahfud MD, Lebih Senang Disebut Alumni 'Airlanggar'

Mahfud MD, Lebih Senang Disebut Alumni 'Airlanggar'

- detikNews
Rabu, 25 Mei 2011 09:29 WIB
Mahfud MD, Lebih Senang Disebut Alumni Airlanggar
Jakarta - Baru-baru ini, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendapat protes. Namun bukan dalam konteks kasus M Nazaruddin atau perkara di MK. Mahfud dikomplain karena lebih sering disebut sebagai lulusan UII dibandingkan Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Saya diprotes oleh alumni UGM. Banyak teman saya alumnus UGM yang protes karena saya tak pernah menyatakan diri sebagai alumnus dan guru besar di UGM. Bahkan ada mahasiswa UGM, Anton, mengaku iri kepada mahasiswa UII karena saya hanya disebut sebagai lulusan UII," ujar Mahfud kepada detikcom, Rabu (25/5/2011).

Bagi Mahfud, sebutan lulusan UII itu memang lebih banyak dipakai media-media. Meski begitu, secara pribadi, Mahfud malah lebih senang disebut sebagai lulusan 'Airlanggar'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sendiri lebih senang disebut lulusan Airlanggar, yakni pondok pesantren yang banyak langgar (surau) yang dikelilingi oleh air-air jernih dan teduh," tambahnya lagi.

Sebagai informasi, Mahfud adalah lulusan dua universitas. Gelar sarjana diperoleh mantan menteri pertahanan ini S1 di Fakultas Hukum UII dan Fakultas Sasdaya UGM.

Untuk gelar S2, Mahfud lulusan Pascasarjana UGM, sementara gelar doktor juga lulusan Pasca Sarjana UGM dalam bidang hukum tata negara.

"Saya juga pernah menjadi visiting scholar di Columbia University (New York) dan menjadi academic researcher di Northern Illinois University (NIU) DeKalb. Saya pernah serumah dengan Andi Mallarangeng di NIU," ceritanya.

Pria asal Madura ini juga saat ini masih aktif mengajar di program pasca sarjana/S3 UGM, Undip, UNS, Unila, Untan. Bahkan tercatat juga sebagai opponen ahli di program doktor Unpad.

Beberapa nama terkenal juga pernah menjadi 'murid' Mahfud di UGM.

"Saldi Isra yang hebat itu saya ketua Tim Penilai disertasinya di UGM Zainal Arifin Muhtar ketua PuKat UGM yang galak itu sekarang sedang menulis disertasi di UGM dan saya seorang promotornya," canda Mahfud.

Karena itu, Mahfud meminta pada para mahasiswa UGM dan alumninya. Dia mengaku tidak ingin membeda-bedakan asal almamater.

"Saya minta maaf kepada Anton, karena media massa yang menulis tentang universitas saya. Saya sendiri lebih suka disebut lulusan Airlanggar," tutupnya.

(mad/nrl)

(mad/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads