Erman Suparno terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI). Dia akan menjadi pucuk pimpinan SNKI untuk lima tahun ke depan.
Erman terpilih sebagai ketua umum dalam Kongres I SNKI yang digelar di Hotel Kusuma Sahid, Solo, Kamis (21/4/2011). Sejak awal kongres dibuka Rabu kemarin, sejumlah peserta memang sudah menyebut nama Erman Suparno sebagai calon paling kuat ketua umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya hanya memiliki tiga buah keris, koleksi warisan secara turun temurun. Saya selalu merawat keris itu, tapi ya tidak tahu secara detail jenis maupun tahun pembuatannya," ujarnya.
Erman menjanjikan selama lima tahun kedepan SNKI akan menjadi organisasi legal yang tertata. Pembenahan manajemen organisai secara multak harus dilakukan agar mampu menjadi wadah yang memadai untuk mengelola keris yang sudah diakui badan pendidikan dan sosial budaya PBB, UNESCO, sebagai warisan dunia tersebut.
"Pemerintah harus lebih berperan aktif turut melestarikan keris sebagai ikon wisata. Peran aktif pemerintah selama ini memang perlu dihargai sehingga mampu mengangkat keris sebagai warisan dunia, namun mestinya masih bisa ditingkatkan lagi," imbuhnya.
Terpilihnya Erman Suparno sebagai ketua umum SNKI, disambut baik oleh kalangan internal organisasi. Sekjen SNKI kepengurusan lama, Wiwoho Basuki, optimistis SNKI akan semakin mampu berkembang di bawah kepemimpinan Erman. Pengalaman, akses dan kemampuan Erman diharapkan akan sangat berguna bagi kemajuan SNKI.
Dari Wikipedia, Erman Soeparno lahir di Dudu Wetan, Kecamatan Grabag, Purworejo pada 20 Maret 1950. Gelar MBA digondolnya dari Universitas Newport, Amerika Serikat, pada tahun 1993. Dia pun sempat mengenyam pendidikan di Pasca Sarjana Jurusan Administrasi Negara Universitas Indonesia pada tahun 2000.
Erman menggantikan Fahmi Idris duduk di kursi Menakertrans pada 5 Desember 2005 hingga 22 Oktober 2009. Sebelum duduk di kursi menjteri Kabinet Indonesia Bersatu I, Erman adalah Wakil Ketua Komisi V DPR dan bendahara umum PKB. Dia juga pernah menjadi pimpinan Komisi IV DPR.
(mbr/vit)










































