"Bisa dibilang, saya menciptakan mimpi warga Jakarta," kata seorang seniman mural, Antok (33) yang sedang mengerjakan lukisan di Jakarta Utara, Jumat (1/4/2011).
Antok bukan bermaksud narsis. Namun dari berbagai lukisan yang pernah dia buat, Antok seringkali diminta menggambar dengan tema Jakarta dari sisi yang utopis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu permintaan sponsor. Saya menggambar ya tergantung yang memesan. Kalau nggak dari pemprov ya dari swasta," ucap salah satu seniman yang melukis pilar fly over sepanjang Jalan Yos Sudarso tersebut.
Sebagai seniman, dia mengawali dari pelukis kanvas pada umumnya. Namun karena tuntutan yang lebih praktis, dia mulai menggambar untuk kepentingan sponsor seperti mural tadi. Antok juga mengaku sempat diminta melukis untuk kebutuhan spanduk film.
"Tetapi saya nggak mau. Duitnya nggak sebanyak bikin mural," kata Antok tanpa mau menyebut upah yang diterimanya.
Oleh karenanya, saat Anda melintas jalan dan melihat lukisan warna-warni mencolok dan diberi teks tertentu, bisa jadi itu hasil coretan Antok. Berterimakasihlah pada para seniman mural seperti Antok, karena barangkali mimpi Anda ikut terwakili dalam mural tersebut.
(Ari/vit)











































