Wapres Boediono Ulang Tahun Tanpa Tart dan Tumpeng

Wapres Boediono Ulang Tahun Tanpa Tart dan Tumpeng

- detikNews
Jumat, 25 Feb 2011 17:31 WIB
Wapres Boediono Ulang Tahun Tanpa Tart dan Tumpeng
Jakarta - Sorakan 'Tiup lilinya, tiup lilinnya....' tak terdengar kala Wakil Presiden Boediono memperingati ulang tahunnya yang ke-68. Maklum di ulang tahunnya kali ini tidak ada tart dengan lilin di atasnya dan nasi tumpeng.

Syukuran ulang tahun Boediono digelar di Gedung II, Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (25/2/2011). Syukuran itu berlangsung sederhana, namun penuh candaan dan kehangatan.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu tidak mengundang para pejabat negara atau menteri. Sekitar 50 undangan yang hadir pada syukuran tersebut adalah pejabat eselon I dan II di lingkungan Kantor Wapres, protokol, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), serta wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para undangan pun tidak disuguhi hiburan seperti musik atau yang lain. Untuk hidangannya, undangan diberi makan nasi besek Bali dengan lauk ayam dan daging suwir, sate lilit, bakwan jagung, telur, tumis kacang panjang, dengan sambal matah dan kerupuk.

Kendati terkesan sederhana, namun perayaan ultah Boediono siang ini berlangsung cukup meriah. Ketika pria kelahiran Blitar, 25 Februari 1943 itu masuk ke dalam gedung, ia disambut nyanyian 'Panjang Umur' yang diiringi tepuk tangan seluruh undangan. Boediono pun ikut bertepuk tangan sambil melangkah menuju tempat duduknya.

Selain kemeriahan, acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini juga dipenuhi candaan, termasuk dari Pak Boed sendiri. Ketika hendak duduk, Boediono menirukan kata-kata
yang sering diucapkan Presiden SBY ketika rapat kabinet. Maklum, kursi dalam acara
ultah tersebut diatur hampir mirip untuk rapat.

"Mari, sidang kabinet kita mulai," ucap suami Herawati itu disambut gerr para undangan.

Ketika memulai sambutannya, Boediono menyinggung para wartawan yang tiap hari meliput di kantor Wapres.

"Saya ucapkan terimaksih kepada saudara-saudara sekalian yang setiap hari dekat secara fisik maupun emosional dengan saya, termasuk adik-adik dari media yang selalu menunggu saya dengan tekun. Kadangkala tidak ada apa-apa, ya ditungguin," katanya.

Boediono lalu mengungkapkan rencana-rencananya di sisa umurnya sekarang ini, yaitu mengabdi kepada keluarga, negara dan kemanusiaan. Secara lebih filosofis, ia menjelaskan, bila orang sudah mencapai umur yang tinggi, biasanya akan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

"Ini terlalu serius, ya?" seloroh Wapres kepada hadirin yang sebelumnya terdiam menyimak kata-katanya  tersebut.

Pada saat sesi santap siang, Staf Khusus Wapres bidang Kesra Bambang Widianto minta izin menyela untuk membacakan ucapan selamat ultah kepada Boediono yang ramai di twitter. "Ini dari akun.... Katanya 'selamat hari lahir Pak Wapres, semoga jadi inspirasi bahwa bekerja harus dengan hati' kata Bambang  membacakan salah satu akun twitter.

Boediono mengangguk-angguk mendengar informasi dari anak buahnya tersebut. Namun, ia dan seluruh orang yang berada di ruangan kembali tertawa ketika Bambang membacakan tweet yang kedua.

"Pak Wapres, kemana saja sih? Kok nggak pernah kelihatan. Ribet ngurus negara ya?" cetus Bambang. "Ya, bahasa Twitter memang begini, Pak," lanjut Bambang.

Syukuran itu berlangsung hanya sekitar 1 jam. Setelah itu Boediono menuju Istana Negara untuk mengadakan Rapat Tim Penilai Akhir (TPA).

Boediono lahir di Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943. Gelar sarjana ekonomi diraihnya di University of Western Australia. Kemudian Boed melanjutkan pendidikan di tingkat master bidang ekonomi di Monash University. Selanjutnya, gelar doktor ekonomi bisnis digondolnya dari Wharton School University of Pennsylvania, Amerika Serikat.

Jabatan menteri pertama kali didapatnya pada tahun 1998 saat Kabinet Reformasi Pembangunan. Boed hanya menjabat setahun. Kala itu, dia dipercaya menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas.

Pada 2001-2004, ayah dua anak ini dipercaya menjadi Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong. Selanjutnya pada 2005-2009, SBY menunjuk Boediono menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian menggantikan Aburizal Bakrie pada Reshuffle I Kabinet Indonesia Bersatu. Boediono juga dikenal sebagai akademisi UGM.

Selamat ulang tahun, Pak!

(irw/vit)


Berita Terkait