Akil Mochtar, Mantan Penyemir Sepatu yang Kini Bernafas Lega

- detikNews
Jumat, 11 Feb 2011 18:40 WIB
Jakarta - Mantan tukang semir sepatu itu kini bernafas lega, plong! Ya, mungkin inilah yang
dirasakan oleh hakim konstitusi Akil Mochtar sekarang ini setelah beberapa waktu pikirannya tersandera.

Bagaimana tidak lega, Majelis Kehormatan Hakim (MKH) Mahkamah Konstitusi (MK)
secara terang benderang membebaskan dirinya dari segara bentuk tuduhan pelanggaran etika hakim dan merehabilitasi nama baiknya.

"Alhamdulillah. Sejak isu itu muncul, saya selalu ditanya kebenaran isu itu. Keluarga, teman, kerabat bahkan hingga mahasiswa di ruang kuliah," kata Akil usai pengumuman di ruangannya, lantai 13 MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, (11/2/2011).

Atas putusan MKH ini, bola panas yang dilemparkan oleh Refly Harun kini padam sudah. Namun, bagi Akil, kerikil tajam bukan hal baru, sudah berulang kali dia alami sejak remaja. Bermodal kejujuran dan keberanian, dia menghadapi alur kehidupan dengan tegar. Dari menjadi tukang semir sepatu, sopir truk pick up,
pengacara pro bono hingga nyaris di-recall dari kursi DPR.

"Kalau isu kayak kemarin, saya sudah biasa. Sudah sejak dulu saya diseperti inikan.
Tapi kan sekarang saya harus menjaga nama baik lembaga dan keluarga saya," kisah Akil seraya menerawang.

Mengenakan baju warna terang, dia menunggu pengumuman sidang di ruangannya. Dia merasa tidak etis mengikuti pengumaman MKH yang berlangsung di lantai 8. Ditemani sebulir buah anggur, kue, agar-agar dan secangkir kopi dia menunggu detik-detik yang menegangkan. Sekali-kali dia memeriksa berkas tugas kuliah mahasiswanya yang menumpuk di salah satu meja di ruangannya.

"Lantas langkah apa yang akan diambil usai putusan MKH ini?" tanya wartawan.

Akil terdiam. Butuh waktu beberapa detik sambil menarik napas panjang guna menjawab
pertanyan tersebut. Sebab nasib sang penuduh, Refly Harun kini ditangannya.

"Saya sedang mempertimbangkan langkah hukum berikutnya," jawab Akil diplomatis.

Akil Mochtar lahir pada 18 Oktober 1960. Sebelum menjabat sebagai Hakim Konstitusi, dia adalah anggota DPR dari Fraksi Golongan Karya. Gelar doktor ilmu hukumnya diraihnya dari Universitas Padjajaran, Bandung.

(asp/vit)