Dr Makarim Wibisono, Pemimpin ASEAN Foundation yang Baru

Dr Makarim Wibisono, Pemimpin ASEAN Foundation yang Baru

- detikNews
Rabu, 19 Jan 2011 11:45 WIB
Dr Makarim Wibisono, Pemimpin ASEAN Foundation yang Baru
Jakarta - Dr Makarim Wibisono dipercaya menduduki kursi Direktur Eksekutif ASEAN Foundation. Diplomat senior ini menggantikan tugas Dr Filemon A Uriarte, Jr. Makarim akan bertugas untuk 3 tahun ke depan.

Pernyataan tertulis ASEAN Foundation yang diterima detikcom, Selasa (18/1/2011) menyebutkan, jabatan tersebut resmi diterima Makarim pada 17 Januari 2011. Sebelum menempati posisi ini, mantan Duta Besar dan Wakil Tetap RI di PBB di New York dan Jenewa ini merupakan Ketua Dewan Pengarah dari Indonesian Council on World Affairs, Penasehat Senior Masalah Kerjasama Luar Negeri untuk Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Penasehat untuk Komisi Nasional Hak-Hak Azasi Manusia serta Penasehat DPR untuk Masalah-masalah/Urusan Luar Negeri.

Dengan tugas yang dipercayakan padanya, Makarim berharap dapat meneruskan usaha-usaha ASEAN Foundation dalam mempromosikan lebih lanjut tujuan-tujuan ASEAN Foundation dalam membangun Komunitas ASEAN seperti yang telah dimulai oleh pejabatΒ  sebelumnya, Uriarte.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nama Makarim Wibisono sudah sering berseliweran di kancah internasional. Maklum dia pernah menjadi Duta Besar Berkuasa Penuh di beberapa Negara Amerika Tengah, Dirjen Kementerian Luar Negeri untuk Urusan Hubungan Ekonomi (2000-2002) serta Direktur Kerjasama Eknomi Multilateral (1993-1994). Dia juga perrnah menjabat sebagai Dirjen Asia Pacific and Africa (2002-2004) dan mengetuai delegasi Indonesia untuk rapat-rapat dan pertemuan ASEAN, ASEAN+3, ASEAN Regional Forum dan APEC.

Sejumlah jabatan penting pernah dipegang pria kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, 8 Mei 1947 di bawah naungan PBB. Di antaranya Ketua dari 11th Session of the UNCTAD Commission on Investment (2007-2008), 61st United Nations Commission on Human Rights (2005), Counter Terrorism Task Force (2003-2004), World Peace Assembly 2000 on Interreligious Dialogue Among Civilizations (2000), Ad Hoc Advisory Group on Haiti (1999), Group 77 and China at the United Nations Economic and Social Council (1998), serta the Non-Aligned Movement (NAM) Working Group on Disarmament (1997-2001).

Tidak hanya itu, Makarim pernah dipercaya sebagai Ketua Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (UN ECOSOC) serta sebagai Ketua Konferensi Perdagangan dan Pembagunan PBB (UNCTAD). Masih di bawah naungan PBB, dia juga pernah menjadi anggota dan penasihat berbagai lembaga Satgas PBB.

Makarim juga aktif di sektor swasta dan perguruan tinggi. Misalnya saja, dia pernah menjadi penasihat KADIN, Partnership of Governance Reform Foundation, Third World Network dan sebagai anggota dewan Universitas Gadjah Mada, Indonesian Cultural Foundation, New York serta editor majalah berita Ekspress, Indonesia. Bahkan hingga kini, Makarim masih terdaftar sebagai pengajar di Lemhanas, Universitas Paramadina, Universitas Katholik Atma Jaya, Unviersitas Al Azhar Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.

Gelar doktor bidang ilmu politik diraih Makarim dari Ohio State University, AS. Di universitas itu pula, Makarim menyabet gelar Master dalam bidang Politik Ekonomi Internasional. Gelar Master juga diperolehnya dari School of Advanced International Studies (SAIS), John Hopkins University, AS, dalam bidang Hubungan Internasional. Sebelumnya, dia meraih serta gelar Doktorandus untuk bidang Hubungan Internasional dari Universitas Gadjah Mada.

ASEAN Foundation didirikan para pimpinan ASEAN pada 1997. Tujuannya adalah untuk mempromosikan kesadaran dan identitas ASEAN, mendorong interaksi di kalangan berbagai stakeholder ASEAN serta membantu menyelesaikan masalah-masalah kesenjangan sosial dan ekonomi di kawasan ini.

Dalam Artikel 15 Piagam ASEAN, ASEAN Foundation diberi mandat untuk mempromosikan kesadaran ASEAN, people-to-people interaction serta kolaborasi di kalangan sektor bisnis, masyarakat, akademis dan stakeholder lainnya di kawasan ASEAN. Sejak dibangunnya ASEAN Foundation, badan ini telah mendukung secara finansial lebih dari 100 proyek pembangunan di kawasan ASEAN.

(vit/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads