Tjatur Sapto Edy Pilih Nobar di Lereng Merapi

Tjatur Sapto Edy Pilih Nobar di Lereng Merapi

- detikNews
Rabu, 29 Des 2010 22:19 WIB
 Tjatur Sapto Edy Pilih Nobar di Lereng Merapi
Jakarta - Di saat banyak politisi berbondong-bondong menonton pertandingan Final AFF Suzuki Cup 2010 antara Indonesia Vs Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Tjatur Sapto Edy memilih pergi ke lereng Merapi. Ketua Fraksi PAN itu menonton final bareng bersama para pengungsi Merapi.

Di tengah isu politisasi Timnas dan tiket gratifikasi, Tjatur memilih berkumpul bersama pengungsi Merapi di Desa Dukun, Kabupaten Magelang, Rabu (29/12/2010) malam. Saat menonton final antara Indonesia Vs Malaysia itu, alumnus ITB itu tampak berdandan serius: mengenakan kaos Timnas warna merah dan berbalut jaket warna merah berlogo Nike.

Dengan ditemani berbagai cemilan ala kadarnya, Tjatur melakukan aktivitasnya ini bagaikan menyelam sambil minum air. Dia menonton final bareng sambil menjaring aspirasi masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan sahabat-sahabat di dapil, juga untuk mengisi masa reses," kata putra asli Magelang yang terpilih sebagai anggota DPR dari Dapil Magelang dan sekitarnya itu dalam emailnya kepada detikcom.

Menurut dia, acara nobar ini memang ia gunakan untuk menjaring aspirasi masyarakat terkait dengan program rehabilitasi pasca bencana. Beberapa aspirasi masyarakat yang diterima, misalnya, peningkatan jalan jalur evakuasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat pasca bencana, dan penanganan material muntahan gunung merapi.

"Gunung merapi ibarat ibu yang menyediakan segala kebutuhan hidup bagi warga Magelang sekitar gunung. Merapi menyediakan sumber-sumber air, abunya menyuburkan tanah-tanah pertanian, material yang dimuntahkan merupakan bahan tambang golongan C yang berkualitas sangat baik yang bernilai triliunan rupiah," kata pria kelahiran Magelang 1 Agustus 1970 itu.

Menurut Tjatur, masyarakat sekitar harus yang pertama memperoleh manfaat dari sumber daya alam tersebut. "Jangan sampai pemodal kuat saja yang menguasai dan masyarakat hanya sebagai penonton. "Masyarakat harus bangkit dan Pemda harus tegas melindungi kepentingan rakyat," pungkas Tjatur.

Tjatur merupakan salah satu politisi muda di DPR yang memiliki karir cukup cemerlang. Di saat berusia 40 tahun, Tjatur menjabat Ketua Fraksi PAN merangkap Wakil Ketua Komisi III DPR. Dia menjadi anggota DPR dari PAN sejak 2004 di saat usianya masih 34 tahun. Saat ini Tjatur juga menjabat sebagai salah seorang ketua DPP PAN.

Tjatur yang beristrikan Dian Luthfianingtyas itu memiliki dua anak. Dia menyelesaikan S1-nya di Teknik Lingkungan ITB. Dia juga menyelesaikan studi magister di kampus dan program studi yang sama.

(asy/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini