Apa kaitannya Jimly yang bukan pakar geologi ini dengan penulis buku setebal lebih dari 800 halaman yang menyebut dahulu kala Indonesia adalah pusat peradaban dunia itu?
"Saya ini konsumennya. Saya kirim buku ini ke banyak orang, termasuk ke Pak SBY," kata Jimly di Kantornya, Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta, Jumat (29/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Supaya kita punya kesadaran akan sejarah. Makin jauh kita dengan masa lalu, maka makin jauh pula dengan masa depan," imbuhnya.
Menurutnya kedatangan sang penulis ke kantornya untuk mengucapkan terimakasih kerena Jimly telah mempromosikan buku Eden In The East. Seharusnya orang-orang seperti Openheimer ini layak mendapatkan penghormatan di Indonesia.
"Bayangkan, mereka ke sini membawa kapal riset sendiri dan membiayai sendiri risetnya," ujarnya.
Jimly pun berharap kepada para politisi dan pemimpin negeri ini untuk belajar dari buku yang menurutnya akan mempromosikan Indonesia ini. Karena menurutnya, pada 2050 nanti, Indonesia akan menjadi pusat peradaban dunia, seperti sebelumnya digambarkan dalam buku Openheimer.
"Para politisi harus disadarkan. Pemimpin juga harus tahu sejarah bangsanya sendiri," tutupnya.
(anw/lh)










































