Benny K Harman, Gemar Berdemo Saat Masih Muda

Benny K Harman, Gemar Berdemo Saat Masih Muda

- detikNews
Rabu, 20 Okt 2010 18:19 WIB
Benny K Harman, Gemar Berdemo Saat Masih Muda
Jakarta - Nama Benny K Harman semakin dikenal sebagai politisi sejak menjadi anggota parlemen pada 2004 lalu. Seperti apa Benny saat masih muda? Rupanya dia adalah salah satu mahasiswa yang gemar berdemonstrasi di jalanan.

"Semasa kuliah di Universitas Brawijaya dulu saya sering turun ke jalan. Selain itu,
saya juga menjadi pemimpin demo pembredelan Tempo dulu. Saya menjadi korlap demonstran yang dilakukan LBH Indonesia. Demo saat itu tertib dan tujuannya jelas," tutur Benny yang juga Ketua Komisi III DPR RI ini.

Hal itu disampaikan dia usai menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk 'Demokrasi dan Konstitusionalisme, di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (20/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ya, saat Benny sering berdemonstrasi, Orde Baru-lah pemegang kekuasaan pemerintahan. Sering kali di malam hari usai berdemo, dia dibuntuti oleh orang tidak dikenal. Beruntung dia tidak mendapat perlakuan lebih.

"Selamatlah," cetusnya sembari tertawa.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, terdapat perbedaan antara demonstrasi dulu dan sekarang. Tujuan demonstrasi yang digelar kala Benny masih aktif ikut demo sangatlah jelas. Sedangkan demonstrasi sekarang ini dinilai dia tidak mempunyai tujuan yang jelas.

"Sistem dulu itu kan jelas, kita memang tidak memiliki saluran pada saat itu. Dulu kita tidak bisa menulis dengan bebas. Dulu kita bikin pertemuan sampai sembunyi-sembunyi. Perbedaanya pada mutu atau kualitas demo. Demo sekarang cenderung anarkis," kritik pria kelahiran 19 September 1962 ini.

Benny menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Brawijaya pada 1987. Dia lantas menempuh pendidikan master di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Gelar master disabetnya pada 1997. Dia sempat berkecimpung di dunia jurnalis dengan menjadi wartawan di satu media cetak nasional hingga tahun 1997.

Ketika menduduki posisi koordinator reportase, dia diberhentikan. "Pada saat itu saya diberhentikan karena dianggap menjadi aktor intelektual demo pada tanggal 27 Juli 1997. Pemred saat itu mengembargo saya," kenang pria yang menyelesaikan pendidikan doktornya di UI pada 2006 ini.

Karena memiliki latar belakang pendidikan hukum, setelah meninggalkan dunia jurnalistik, dia menjalani profesi baru sebagai pengacara. Pendidikan tinggi, berorasi di jalanan demi mengkritisi pemerintah, menjadi wartawan, dan advokat membuat dia punya banyak pengalaman.

Benny bersyukur, berbagai profesi maupun kegiatan yang dilakukannya di masa lalu memberikan banyak sumbangan berharga dalam posisinya sekarang sebagai wakil rakyat. "Pengalaman melakukan demo, menjadi advokat dan juga menjadi wartawan cukup mempengaruhi saya," kata Benny menutup kisah masa lalunya.

(vit/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads