"Saya itu nggak ada yang saya mudiki, karena ibu bapak sudah tidak ada," ujar Boediono usai buka bersama dengan para pimpinan media massa di Kediaman Dinas Wapres, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/9/2010).
Selain di Mampang, Jakarta Selatan, Boediono juga mempunyai tempat tinggal di Condong Catur, Yogyakarta. Namun, sejak tidak lagi mudik ke kampung halaman, ia selalu melewatkan momen Hari Raya Idul Fitri di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, sebagai Wapres, Boediono akan menggelar open house pada hari pertama lebaran nanti di rumah dinasnya. Sedangkan hari kedua, open house itu akan ditujukan untuk keluarga besar Setwapres.
"Hari pertama saya undang. Silakan nanti kalau datang," ajaknya.
"Adik-adik mudik, nggak?" tanya Boediono kepada wartawan.
Boediono lahir di Blitar, 25 Februari 1943. Pria 67 tahun ini adalah anak kedua dari pasangan Ahmad Siswo Sardjono dan Samilah. Ayahanda Boediono meninggal pada tahun 1974.
Boediono yang bergelar Guru Besar di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menikah dengan Ibu Herawati dan dikaruniai dua orang anak, yakni Dios Kurniawan dan Ratriana Ekarini. Kini, mantan Gubernur Bank Indonesia itu mempunyai lima cucu yang masih kecil-kecil.
(irw/rdf)











































